Indonesia tengah menjadi sorotan dunia sebagai destinasi investasi menarik di sektor kendaraan listrik. Hal ini dibuktikan dengan minat besar perusahaan asing untuk mendirikan pabrik mobil listrik di Tanah Air.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, baru-baru ini mengumumkan bahwa tujuh perusahaan otomotif global telah menyatakan komitmen investasi hingga Maret 2025, dengan total nilai mencapai Rp 15,4 triliun.
Gelombang Investasi Mobil Listrik di Indonesia
Ketujuh perusahaan tersebut terdiri dari produsen mobil listrik ternama dunia. Mereka telah memulai konstruksi pabrik dan diperkirakan akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
Komitmen investasi ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pasar dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Daftar Perusahaan dan Rencana Produksi
Beberapa nama besar yang telah menyatakan komitmennya antara lain BYD, Citroen, Aion, Maxus, Gili, VinFast, dan VW.
Investasi sebesar Rp 15,4 triliun ini ditargetkan untuk menghasilkan 281 ribu unit mobil listrik per tahunnya. Angka ini diharapkan akan terus meningkat seiring perkembangan industri.
Rosan juga memproyeksikan produksi mobil listrik di Indonesia akan mencapai 2,5 juta unit per tahun pada 2030. Ini menandakan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam sektor ini.
VinFast: Investasi Besar di Subang
Salah satu investor yang cukup menonjol adalah VinFast, perusahaan otomotif asal Vietnam. Mereka telah berkomitmen untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat.
Investasi VinFast diperkirakan mencapai Rp 4 triliun untuk pabrik seluas 120 hektare, dengan target produksi 50.000 unit mobil listrik per tahun. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.
VinFast berencana memproduksi berbagai tipe kendaraan dengan rentang harga Rp 200 juta hingga Rp 600 juta.
Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang sangat pesat.
Pada 2024, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai meningkat 151,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dilihat dari periode 2019-2024, pertumbuhannya bahkan mencapai 331 persen per tahun.
Pertumbuhan yang signifikan ini menunjukkan potensi besar pasar kendaraan listrik di Indonesia, dan menjadi daya tarik bagi investor global.
Pemerintah Indonesia perlu terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik.
Kesimpulannya, Indonesia sedang mengalami lonjakan investasi di sektor kendaraan listrik, ditandai dengan masuknya perusahaan-perusahaan otomotif global. Investasi masif ini, diiringi pertumbuhan pasar yang pesat, menjadikan Indonesia sebagai pusat perkembangan industri kendaraan listrik di Asia Tenggara. Suksesnya pengembangan ini bergantung pada keberlanjutan dukungan kebijakan pemerintah dan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan industri pendukung, khususnya industri baterai.











