PT Buma Internasional Grup Tbk (DOID) terus memperluas jangkauan bisnisnya. Langkah terbaru perusahaan adalah mendirikan entitas usaha baru di bidang pelatihan kerja, sebuah langkah strategis yang selaras dengan komitmen DOID terhadap prinsip keberlanjutan ESG (Environmental, Social, and Governance). Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.
Pendirian perusahaan pelatihan kerja ini dilakukan melalui dua anak perusahaan DOID, yaitu PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) dan PT Katalis Investama Mandiri (KIM). Keduanya memiliki kepemilikan 99,98% oleh DOID.
Ekspansi Bisnis DOID ke Sektor Pelatihan Kerja
PT Biru Edu Praktik (BEP) adalah nama entitas usaha baru yang resmi berdiri pada 23 Juni 2025. Pendirian BEP telah tertuang dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 35 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
BEP dibentuk untuk mendukung strategi jangka panjang DOID di sektor ESG. Fokus utama BEP adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program-program pelatihan yang komprehensif.
Rencana Belanja Modal DOID Tahun 2025
DOID telah mengalokasikan anggaran belanja modal (capex) sebesar USD 170 juta hingga USD 180 juta untuk tahun 2025. Direktur PT Bumi Internasional Grup Tbk, Iwan Salim, menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai proyek strategis.
Salah satu proyek utama yang akan menggunakan dana capex adalah pengerjaan kontrak jasa pertambangan dengan PT Bayan Resources Tbk. Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk proyek-proyek di Kalimantan Tengah, Amerika Serikat, dan Australia.
Sumber pendanaan capex berasal dari dana internal dan hasil penerbitan sukuk tahap pertama. DOID telah menerbitkan sukuk ijarah I BUMA 2025 senilai Rp 2 triliun pada 20 Maret 2025. Kombinasi antara dana internal dan hasil penerbitan sukuk akan menjadi sumber utama pendanaan.
Akuisisi Tambang di Luar Negeri
DOID telah melakukan serangkaian akuisisi perusahaan tambang di luar negeri pada tahun 2024 dan masih berlanjut di tahun 2025. Di Amerika Serikat, DOID mengakuisisi Atlantic Carbon Group Inc (ACG) senilai sekitar USD 122,4 juta. ACG memiliki tambang antrasit dengan kadar sangat tinggi (ultra high grade/UHG).
Di Australia, melalui Bukit Makmur Mandiri Utama Pte Ltd, DOID telah mengakuisisi saham di 29Metals Limited, perusahaan tambang tembaga dan seng. Saat ini DOID juga tengah dalam proses akuisisi saham di Dawson Complex, sebuah tambang batu bara metalurgi di Australia. Proses akuisisi ini diharapkan selesai pada semester I 2025.
Dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan, mulai dari pendirian perusahaan pelatihan kerja hingga akuisisi tambang di luar negeri, DOID menunjukkan komitmen kuatnya untuk pertumbuhan berkelanjutan dan keberlanjutan bisnis di masa depan. Diversifikasi portofolio dan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan strategi jangka panjang perusahaan. Keberhasilan strategi ini akan berdampak positif, tidak hanya pada perkembangan bisnis DOID, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.











