Alexander Mashinsky, pendiri dan mantan CEO platform pinjaman kripto Celsius Network, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Vonis ini dijatuhkan pada Kamis pekan lalu oleh Hakim Distrik AS John G. Koetl. Jaksa menuding Mashinsky sebagai predator yang mengeksploitasi harapan para nasabahnya yang rentan, membujuk mereka untuk menginvestasikan tabungan hidup mereka dalam investasi yang dijanjikan aman. Kejahatan ini mengakibatkan kerugian lebih dari US$ 45 juta (sekitar Rp 742,62 miliar dengan kurs Rp 16.502 per dolar AS).
Banyak nasabah Celsius kehilangan seluruh tabungan mereka dan menderita kerugian psikologis yang serius. Kejatuhan Celsius pada tahun 2022 mengungkap praktik investasi berisiko yang dilakukan Mashinsky dengan sebagian dari US$ 20 miliar (sekitar Rp 330,05 triliun) dana nasabah.
Hukuman 12 Tahun Penjara Atas Tudingan Penipuan
Hakim berpendapat hukuman penjara yang panjang diperlukan mengingat keseriusan kejahatan yang dilakukan Mashinsky. Ia dinilai telah secara sengaja menyesatkan para nasabahnya.
Mashinsky, dalam pembelaannya, menyalahkan penurunan drastis harga kripto pada Mei dan Juni 2022 atas kejatuhan Celsius. Pihak pembela berargumen tindakan Mashinsky tidak pernah bersifat predatoris atau korup.
Namun, Jaksa AS Allison Nichols menganggapnya sebagai predator keuangan. Nichols menyatakan Mashinsky telah menipu pelanggan sejak awal dengan melebih-lebihkan kemampuan Celsius dan “memanfaatkan harapan” mereka.
Permintaan Maaf dan Masa Lalu Mashinsky
Sebelum dijatuhi hukuman, Mashinsky beberapa kali menangis sambil meminta maaf kepada para nasabah. Ia menceritakan masa lalunya yang sulit, keluarganya berhasil meninggalkan kota kecil di Ukraina berkat bantuan Amerika Serikat ketika ia berusia 7 tahun.
Keluarganya kemudian pindah ke Israel, tempat Mashinsky bertugas di Pasukan Pertahanan Israel selama tiga tahun sebagai pilot sebelum akhirnya ke Amerika Serikat. Mashinsky menegaskan ia tidak pernah bermaksud menyakiti siapa pun.
Pengakuan bersalah Mashinsky pada Desember lalu mengakui ia telah menyesatkan nasabah dengan menjanjikan keamanan investasi, meskipun ia sebenarnya menyembunyikan praktik peminjaman tanpa agunan dan taruhan pasar berisiko.
Dampak Tragis bagi Para Nasabah
Pengacara Mashinsky, Marc Mukasey, mengakui kesaksian korban di pengadilan sangat menyayat hati. Beberapa korban bahkan menceritakan dampak kerugian finansial yang sangat parah.
Cameron Crewes, anggota komite korban, meminta hukuman berat. Ia mengungkapkan hampir 250 korban meninggal dunia sebelum mendapat keadilan atau kompensasi atas kerugian.
Jaksa AS Jay Clayton menambahkan bahwa Mashinsky meraup puluhan juta dolar sementara nasabahnya menderita kerugian miliaran dolar. Clayton menekankan pentingnya penegakan hukum atas penipuan di industri kripto.
Kejadian ini menyoroti risiko investasi di pasar kripto dan pentingnya kehati-hatian sebelum menginvestasikan dana. Meskipun teknologi blockchain dan aset digital menawarkan potensi keuntungan yang besar, investor harus selalu melakukan riset menyeluruh dan memahami risiko sebelum berinvestasi. Hukuman yang dijatuhkan kepada Mashinsky menjadi peringatan keras tentang konsekuensi penipuan dan manipulasi pasar. Semoga kasus ini dapat mendorong peningkatan regulasi dan transparansi di industri kripto untuk melindungi investor di masa mendatang.











