Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), telah mengajukan permohonan pengampunan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Permohonan ini disampaikan setelah CZ sebelumnya membantah laporan yang menyebutkan ia tengah berupaya mendapatkan pengampunan. Langkah ini diambil setelah laporan dari Bloomberg dan Wall Street Journal pada bulan Maret lalu. Laporan tersebut mengaitkan upaya pengampunan CZ dengan adanya diskusi mengenai kesepakatan bisnis antara keluarga Trump dan Binance US.
Meskipun awalnya membantah kabar tersebut, CZ mengakui dalam sebuah podcast bahwa jika berita tersebut beredar, ia mungkin akan mengajukan permohonan secara resmi. Ia juga termotivasi oleh pengampunan Trump kepada tiga pendiri BitMEX, termasuk Arthur Hayes.
Permohonan Pengampunan dan Hukuman Pencucian Uang
CZ menyatakan bahwa ia telah menunjuk pengacara untuk mengajukan permohonan pengampunan. Permohonan tersebut diajukan sekitar dua minggu sebelum berita ini dirilis. Ia mengklaim dirinya sebagai satu-satunya orang dalam sejarah AS yang dipenjara karena dakwaan Undang-Undang Kerahasiaan Bank.
Pada November 2023, CZ mengaku bersalah atas tuduhan pencucian uang sebagai bagian dari kesepakatan dengan otoritas AS. Kesepakatan ini mengharuskannya membayar denda sebesar USD 4,3 miliar (sekitar Rp 71,03 triliun dengan kurs saat itu) dan menyumbangkan USD 50 juta (sekitar Rp 825,92 miliar). Ia juga dipaksa mundur dari jabatannya sebagai CEO Binance.
Dampak Pengampunan dan Masa Depan CZ
Menurut Departemen Kehakiman AS, pengampunan tidak akan menghapus hukuman pencucian uang yang dijatuhkan kepada CZ. Namun, hal ini berpotensi memungkinkan dia untuk kembali memegang peran manajemen atau operasional di Binance.US.
CZ sendiri menyatakan tidak berencana kembali sebagai CEO Binance. Meskipun tetap menjadi pemegang saham, ia menegaskan bahwa tim Binance saat ini bekerja dengan baik tanpa kehadirannya. Sejak keluar dari penjara, ia fokus pada peran penasihat di Pakistan dan Kirgistan, membantu regulasi kripto dan penerapan solusi blockchain.
Spekulasi CZ tentang Satoshi Nakamoto
Di luar permohonan pengampunannya, CZ juga menjadi sorotan karena spekulasi kontroversialnya tentang pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto. Dalam sebuah wawancara di Turki, ia berpendapat bahwa Satoshi mungkin merupakan kecerdasan buatan (AI) dari masa depan yang melakukan perjalanan waktu.
CZ menekankan bahwa ia tidak pernah berinteraksi langsung dengan Satoshi. Namun, ia mengenal beberapa orang yang pernah bertukar email dengannya. Ia berpendapat bahwa ketidaktahuan identitas Satoshi justru merupakan hal yang baik. CZ juga tidak yakin apakah Satoshi adalah satu orang atau sebuah tim. Misteri identitas Satoshi memang telah menjadi perdebatan panjang di dunia kripto.
Perdebatan Mengenai Identitas Satoshi Nakamoto
Perdebatan seputar identitas Satoshi Nakamoto terus berlanjut. Pada Oktober 2024, HBO merilis sebuah dokumenter yang mengklaim telah mengungkap identitasnya sebagai Peter Todd, seorang kriptografer asal Kanada.
Namun, klaim tersebut dibantah tegas oleh Todd, yang bahkan harus bersembunyi karena alasan keamanan. Ketidakjelasan identitas Satoshi menimbulkan berbagai teori, termasuk spekulasi yang dikemukakan oleh CZ.
Kesimpulannya, kasus Changpeng Zhao menyoroti kompleksitas regulasi di dunia kripto dan perdebatan seputar figur-figur kunci di dalamnya. Permohonan pengampunannya, meskipun tidak akan menghapus hukumannya, menunjukkan upaya untuk memulihkan reputasinya. Sementara itu, spekulasi kontroversialnya tentang Satoshi Nakamoto kembali mengingatkan kita akan misteri yang masih menyelimuti asal-usul Bitcoin. Peristiwa ini memberikan gambaran yang menarik mengenai dinamika dan tantangan yang dihadapi industri kripto saat ini.











