BNI Bagikan Dividen Jumbo 2024: Rp13,95 Triliun untuk Para Pemegang Saham

Playmaker

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI, membagikan dividen tunai sebesar Rp 13,95 triliun untuk tahun buku 2024. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025.

Dividen tersebut merupakan 65 persen dari laba bersih BNI tahun 2024 yang mencapai Rp 21,46 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 374,06 per saham.

Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen BNI dalam memberikan imbal hasil yang baik kepada pemegang sahamnya. Sisa 35 persen dari laba bersih, yaitu sekitar Rp 7,51 triliun, akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis BNI di masa mendatang.

Perombakan Direksi BNI

RUPST BNI juga menyetujui perombakan jajaran direksi. Putrama Wahju Setyawan ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Royke Tumilaar. Alexandra Askandar ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama menggantikan Putrama Wahju Setyawan.

Putrama Wahju Setyawan merupakan bankir senior BNI, pernah menjabat sebagai Direktur BNI, lalu bertugas di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada 2020-2022, dan kembali ke BNI pada 2022 sebelum akhirnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama pada Maret 2024. Sementara Alexandra Askandar sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Pergantian direksi ini merupakan hal yang lumrah dalam dinamika perusahaan. Perubahan ini diharapkan dapat membawa BNI ke arah yang lebih baik dan mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Perlu dicatat bahwa Royke Tumilaar telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Direktur Utama BNI.

Selain itu, Novita Widya Anggraini, David Pirzada, dan Ronny Venir juga menyelesaikan masa jabatan mereka sebagai direksi. Novita kembali ke Bank Mandiri untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Kinerja Keuangan BNI Tahun 2024

BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tahun 2024 dengan laba bersih mencapai Rp 21,5 triliun, meningkat sedikit dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 20,9 triliun). Pertumbuhan ini didorong oleh transformasi digital yang sukses meningkatkan tabungan sebesar 11 persen YoY, dari Rp 232 triliun di tahun 2023 menjadi Rp 258 triliun di tahun 2024.

“Pencapaian yang kami raih pada 2024 menjadi momentum penting untuk menghadapi masa depan. Kami optimis bahwa dengan terus berinovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah, BNI akan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Royke Tumilaar dalam konferensi pers.

Keberhasilan transformasi digital BNI ditandai dengan peluncuran aplikasi mobile banking baru, wondr by BNI (untuk retail) dan BNIdirect (untuk bisnis dan korporasi). Inovasi ini meningkatkan CASA transaksional terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Total DPK BNI hingga akhir Desember 2024 mencapai Rp 805,5 triliun. Pertumbuhan ini signifikan, terutama pada semester kedua setelah peluncuran wondr by BNI. Kredit juga tumbuh 11,6 persen YoY menjadi Rp 775,87 triliun.

Pertumbuhan kredit didukung oleh segmen korporasi (naik 17,6 persen) dan konsumer (naik 14,5 persen). Bahkan, perusahaan anak BNI mencatatkan pertumbuhan kredit yang signifikan sebesar 79,7 persen YoY dengan profitabilitas yang tetap terjaga.

RUPST BNI juga menyetujui pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp 1,5 triliun. Saham hasil buyback akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham pegawai dan/atau direksi dan dewan komisaris, atau pengalihan lain sesuai persetujuan OJK dan peraturan perundang-undangan.

Awalnya, RUPST BNI dijadwalkan pada 13 Maret 2025, namun diundur menjadi 26 Maret 2025, sejalan dengan penjadwalan ulang RUPST bank-bank Himbara lainnya.

Secara keseluruhan, BNI menunjukkan kinerja yang positif di tahun 2024, ditandai dengan peningkatan laba bersih, pertumbuhan DPK dan kredit yang signifikan, serta komitmen dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Strategi transformasi digital juga terbukti efektif dalam mendorong pertumbuhan bisnis.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...