Max Keiser, tokoh berpengaruh di dunia kripto dan kepala Volcano Energy, kembali membuat prediksi berani. Ia memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai US$ 220.000 (sekitar Rp 3,56 miliar) pada tahun 2025. Prediksi ini konsisten dengan pandangan optimis Keiser selama beberapa tahun terakhir.
Kepercayaan Keiser terhadap potensi Bitcoin di atas US$ 100.000 bukanlah hal baru. Ia bahkan mengklaim telah memprediksi harga Bitcoin enam digit sejak tahun 2021. Meskipun harga Bitcoin saat ini belum mencapai angka tersebut, Keiser tetap teguh pada prediksinya.
Pasokan Bitcoin yang Terbatas: Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Keiser menyorot semakin terbatasnya pasokan Bitcoin sebagai alasan utama prediksinya. Aliran keluar Bitcoin dari berbagai bursa menunjukkan berkurangnya jumlah Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan.
Jika permintaan tetap tinggi atau bahkan meningkat, harga Bitcoin berpotensi melonjak tajam. Situasi ini didukung oleh keyakinan Keiser terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Faktor-Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Bitcoin
Prediksi Keiser disambut beragam oleh komunitas kripto. Sebagian sepakat, terutama karena likuiditas yang ketat sering menjadi indikator positif. Namun, skeptisisme juga muncul karena prediksi Keiser sebelumnya belum sepenuhnya tercapai.
Analisis lain juga mempertimbangkan volatilitas pasar yang tinggi. Meskipun data pasokan mendukung potensi kenaikan, mencapai US$ 220.000 dalam waktu dekat masih dianggap terlalu optimis oleh sebagian analis. Beberapa faktor lain juga berperan penting.
Siklus halving Bitcoin, ketegangan geopolitik, dan perkembangan regulasi kripto di berbagai negara semuanya dapat memengaruhi harga. Adopsi institusional yang terus meningkat dan kemajuan teknologi blockchain juga menjadi faktor pendorong potensial.
Siklus Halving Bitcoin
Siklus halving, di mana imbalan penambangan Bitcoin dikurangi setengahnya, secara historis telah dikaitkan dengan peningkatan harga Bitcoin jangka panjang. Ini karena berkurangnya pasokan baru dapat mendorong kelangkaan dan peningkatan harga.
Ketegangan Geopolitik dan Regulasi
Ketidakstabilan geopolitik global seringkali mendorong investor untuk mencari aset aman, termasuk Bitcoin. Perkembangan regulasi kripto juga memiliki dampak signifikan, baik positif maupun negatif, terhadap harga Bitcoin.
Adopsi Institusional dan Teknologi Blockchain
Semakin banyak perusahaan besar dan institusi keuangan yang berinvestasi di Bitcoin, semakin tinggi permintaannya. Perkembangan teknologi blockchain juga berpotensi meningkatkan adopsi dan nilai Bitcoin di masa depan. Data menunjukkan minat investor tetap tinggi meskipun pasar bergejolak.
Tren Perusahaan Besar yang Membeli Bitcoin dan Kripto Lainnya
Terlepas dari kritik terhadap kripto, perusahaan-perusahaan besar dunia terus memborong aset digital. Lebih dari 100 perusahaan publik global kini memiliki Bitcoin dalam neraca mereka, dengan total kepemilikan sekitar 852.467 BTC.
BlackRock dan MicroStrategy (milik Michael Saylor) memimpin dengan kepemilikan hampir 1,3 juta BTC, atau sekitar 6% dari total suplai Bitcoin. Meskipun ekonom seperti Peter Schiff meragukan strategi ini, realitas pasar menunjukkan hal sebaliknya. Schiff menyebutnya sebagai spekulasi semata.
Perusahaan-Perusahaan yang Membeli Bitcoin dan Kripto Lain
Tren ini bukan hanya terbatas pada Bitcoin. Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga menjadi target investasi. Contohnya, Remixpoint (Jepang), Nakiki SE (Jerman), Nano Labs (Tiongkok), dan beberapa perusahaan di Swedia juga menambah aset kripto mereka.
DeFi Development Corp, SharpLink Gaming, GameSquare, dan BIT Mining juga menunjukkan minat besar pada Ethereum dan Solana. Tren belanja kripto skala global ini menunjukkan peningkatan kepercayaan pada aset digital.
Kesimpulannya, prediksi Max Keiser tentang harga Bitcoin merupakan satu dari sekian banyak pandangan tentang masa depan aset digital ini. Meskipun kontroversial, prediksi tersebut didukung oleh faktor-faktor fundamental seperti pasokan Bitcoin yang terbatas, serta tren adopsi institusional yang terus meningkat. Namun, penting diingat bahwa volatilitas pasar kripto tetap tinggi dan prediksi harga tetap spekulatif. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan masing-masing individu.











