Harga Bitcoin kembali menorehkan sejarah pada Jumat, 11 Juli 2025, dengan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka USD 116.526 atau sekitar Rp 1,8 miliar (berdasarkan kurs Rp 16.216 per dolar AS). Lonjakan dramatis ini menunjukkan peningkatan minat yang signifikan terhadap aset kripto, baik dari investor institusional maupun ritel.
Data Coinmarketcap mencatat volume perdagangan harian Bitcoin juga melonjak tajam, mencapai USD 92,9 miliar. Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor kunci yang saling berkaitan, mulai dari sentimen positif dari tokoh politik hingga regulasi yang semakin jelas di Eropa.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin
Salah satu faktor yang menarik perhatian adalah investasi senilai USD 4 juta yang dilakukan oleh Donald Trump Jr. ke Thumzup Media, perusahaan yang baru-baru ini mulai berinvestasi di aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, Dogecoin, dan XRP.
Meskipun dampak langsungnya terhadap pasar mungkin terbatas, langkah ini menunjukkan meningkatnya keterlibatan keluarga Trump dalam dunia kripto dan dukungan mereka terhadap ETF berbasis kripto serta platform media berbasis blockchain.
Pengusaha kripto ternama, Justin Sun, juga turut berperan. Ia berjanji akan membeli memecoin bertema Trump senilai USD 100 juta menjelang peluncuran token besar senilai USD 474 juta pada 19 Juli 2025.
Meskipun nilai token tersebut telah anjlok 87% sejak Januari, langkah Sun dinilai sebagai strategi spekulatif yang memperkuat sentimen positif di pasar kripto.
Peran Selebriti dan Spekulasi Pasar
Minat Sun pada token DeFi yang terkait dengan Trump, termasuk undangannya ke jamuan makan malam kripto eksklusif bersama mantan Presiden AS tersebut, semakin memperkuat pengaruh selebriti di pasar kripto.
Gabungan antara manuver politik, pengaruh selebriti, dan aktivitas spekulatif ini menunjukkan semakin eratnya hubungan antara dunia kripto, politik, dan kekuatan influencer. Hal ini meningkatkan optimisme di pasar kripto, terlebih di tengah kondisi makro yang kondusif.
Regulasi Uni Eropa dan Kepercayaan Investor
Di sisi regulasi, pasar kripto global mendapatkan angin segar dari perkembangan di Eropa. European Securities and Markets Authority (ESMA), otoritas sekuritas tertinggi Uni Eropa, baru-baru ini merilis evaluasi terhadap lisensi MiCA (Markets in Crypto-Assets) di Malta.
ESMA mengapresiasi sumber daya dan tim pengawasan kripto di Malta, tetapi juga mencatat bahwa pengawasan yang ada masih belum sepenuhnya memenuhi harapan.
Namun, evaluasi ini memberikan kejelasan dan menunjukkan komitmen Uni Eropa dalam memperkuat pengawasan ekosistem kripto. Hal ini berpotensi meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang.
Kesimpulannya, rekor tertinggi Bitcoin kali ini merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling terkait dan memperkuat satu sama lain. Meskipun terdapat unsur spekulasi yang signifikan, peningkatan regulasi dan keterlibatan tokoh ternama memberikan sentimen positif bagi pertumbuhan pasar kripto secara keseluruhan. Namun, investor tetap disarankan untuk melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan risiko sebelum melakukan investasi di pasar kripto yang fluktuatif.
Disclaimer: Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











