Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, hampir menyentuh angka USD 112.000 per koin atau sekitar Rp 1,8 miliar (berdasarkan kurs Rp 16.215 per USD) pada Rabu malam. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko dan permintaan yang signifikan dari institusi. Pasar tradisional semakin menerima mata uang kripto terbesar di dunia ini.
Harga Bitcoin mencapai puncaknya di USD 111.988,90 (sekitar Rp 1.815.936.244) sebelum akhirnya diperdagangkan pada level USD 111.259 (sekitar Rp 1.803.000.000), naik tipis 0,4%. Sejak awal tahun 2025, Bitcoin telah mengalami kenaikan lebih dari 18%.
Faktor Pendorong Rekor Tertinggi Bitcoin
CEO dan pendiri Professional Capital Management, Anthony Pompliano, menyebut Bitcoin sebagai aset yang semakin aman seiring pertumbuhannya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, dengan kapitalisasi pasar Bitcoin yang masih di kisaran Rp 1.600–3.200 triliun, hanya sedikit investor institusi yang mampu berpartisipasi.
Namun kini, dengan nilai pasar Bitcoin yang telah menembus ribuan triliun rupiah, hampir semua investor besar dapat terlibat. Hal ini secara signifikan meningkatkan likuiditas dan mendorong kenaikan harga.
Kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Presiden Donald Trump juga berperan penting. Trump Media & Technology Group, perusahaan milik keluarga Trump, berencana meluncurkan dana ETF yang akan berinvestasi di berbagai kripto, termasuk Bitcoin, Ethereum, Solana, dan Ripple. Informasi ini terungkap dari dokumen yang diajukan ke otoritas pasar AS pada hari Selasa.
Dampak Positif terhadap Aset Kripto Lainnya
Kenaikan harga Bitcoin berdampak positif terhadap aset kripto lainnya. Ethereum (Ether), kripto terbesar kedua, mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir di USD 2.794,95 (sekitar Rp 45.320.824). Harga Ether kemudian naik 5,4% menjadi sekitar Rp 44.458.638.
Saham perusahaan yang terkait dengan kripto juga mengalami peningkatan. Saham MicroStrategy naik 4,7% menjadi USD 415,41. Sementara itu, saham Coinbase Global, platform perdagangan kripto, melesat 5,4% menjadi USD 373,85. Hal ini menunjukkan optimisme pasar terhadap sektor kripto secara keseluruhan.
Pergerakan Harga Kripto Lainnya pada 10 Juli 2025
Pada Kamis, 10 Juli 2025, pukul 07.00 WIB, sebagian besar kripto teratas berada di zona hijau. Bitcoin (BTC) menguat 1,83 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,38 persen dalam sepekan, diperdagangkan di level USD 110.969 (sekitar Rp 1,80 miliar).
Ethereum (ETH) juga mengalami penguatan, naik 5,28 persen dalam sehari dan 6,19 persen sepekan, mencapai Rp 44,7 juta per koin. Binance Coin (BNB) naik 1,10 persen dalam 24 jam dan 1,09 persen sepekan, dengan harga Rp 10,8 juta per koin.
Cardano (ADA) menguat 5,47 persen dalam sehari dan 4,92 persen sepekan, berada di level Rp 10.111 per koin. Solana (SOL) juga mengalami kenaikan 4,02 persen dalam sehari dan 2,24 persen sepekan, dengan harga Rp 2,54 juta per koin.
XRP naik 4,54 persen dalam sehari dan 7,32 persen sepekan, diperdagangkan pada harga Rp 39.213 per koin. Dogecoin (DOGE) menguat 5,80 persen dalam sehari dan 5,76 persen sepekan, mencapai Rp 2.942 per token. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil di sekitar USD 1,00, meski mengalami pelemahan kecil. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mencapai USD 3,46 triliun (sekitar Rp 56,218 triliun), naik sekitar 2,56 persen.
Kesimpulannya, rekor tertinggi Bitcoin dan kinerja positif aset kripto lainnya menunjukkan momentum yang kuat di pasar kripto. Meningkatnya penerimaan dari institusi dan kebijakan yang mendukung kripto menjadi faktor kunci di balik tren ini. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko yang melekat dalam investasi kripto.











