Bitcoin, kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menunjukkan dominasi yang mengesankan. Pada Jumat lalu, kapitalisasi pasarnya mencapai puncak sekitar USD 2,36 triliun, sementara harga per koin sempat menyentuh rekor tertinggi di angka USD 118.667.
Prestasi ini menempatkan Bitcoin di posisi kelima aset dengan kapitalisasi pasar terbesar dunia, mengungguli raksasa teknologi Amazon. Target berikutnya adalah Apple, yang kapitalisasi pasarnya saat ini sekitar USD 3,16 triliun.
Bitcoin Mendekati Apple: Target USD 159.000 per Koin
Agar Bitcoin dapat melampaui Apple, harga per koin perlu naik ke sekitar USD 159.000, dengan asumsi valuasi Apple tetap stabil.
Saat ini, Microsoft berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 3,7 triliun, sementara Nvidia memimpin sebagai perusahaan paling berharga, bahkan baru-baru ini menembus kapitalisasi pasar USD 4 triliun.
Di luar sektor teknologi dan kripto, emas masih menjadi aset dengan kapitalisasi pasar terbesar, mencapai sekitar USD 22,6 triliun.
Namun, Mike Novogratz, tokoh ternama di dunia kripto, memperkirakan Bitcoin berpotensi melampaui emas dalam hal kapitalisasi pasar di awal dekade ini.
Salah satu faktornya adalah popularitas Bitcoin yang lebih tinggi di kalangan generasi muda dibandingkan emas.
Rekor Baru Bitcoin: Lebih dari Sekadar Euforia
Pada 11 Juli 2025, Bitcoin mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 118.000.
Kenaikan ini mencerminkan penguatan sentimen pasar dan akumulasi besar-besaran dari institusi global, terutama didorong oleh BlackRock melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT).
BlackRock kini menguasai lebih dari 700.000 BTC, setara dengan lebih dari 3,3% total suplai Bitcoin.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 2,34 triliun, Bitcoin menguasai sekitar 65% dari total kapitalisasi pasar kripto global (lebih dari USD 3,4 triliun).
Antony Kusuma dari Indodax menjelaskan, kenaikan ini menunjukkan transformasi cara pandang dunia terhadap aset digital.
Bitcoin tidak hanya sebagai alat pelindung nilai, tapi juga mulai digunakan perusahaan besar sebagai bagian dari strategi pengelolaan cadangan uang.
Aset Lindung Nilai dan Adopsi Global
Lonjakan harga Bitcoin disebabkan oleh berbagai faktor struktural.
Faktor-faktor tersebut meliputi regulasi yang lebih terbuka, kebijakan fiskal global yang mendukung aset lindung nilai, serta narasi positif dari tokoh industri dan pemerintahan.
Pendapatan tahunan BlackRock dari biaya pengelolaan IBIT bahkan melampaui pendapatan ETF S&P 500 mereka sendiri (IVV).
Hal ini menunjukkan pergeseran minat investor dari instrumen konvensional ke aset digital.
Di Inggris, The Smarter Web Company meningkatkan kepemilikan Bitcoin menjadi 1.000 BTC.
El Salvador juga terus mengakumulasi Bitcoin, kini memiliki lebih dari 6.232 BTC dengan potensi keuntungan belum terealisasi yang diperkirakan melampaui USD 400 juta.
Antony Kusuma menambahkan bahwa adopsi Bitcoin telah memasuki wilayah geopolitik.
Negara, korporasi, dan individu mencari alternatif yang tahan terhadap inflasi, geopolitik, dan disrupsi pasar tradisional.
Lonjakan harga Bitcoin juga mencerminkan kekuatan komunitas dalam menjaga prinsip desentralisasi sambil menarik minat institusional.
Bitcoin, menurut Antony, bukan hanya teknologi, tetapi juga fenomena sosial-ekonomi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca. Pelajari dan analisis sebelum berinvestasi di kripto.











