Setelah hampir 50 hari mengalami penurunan, harga Bitcoin akhirnya kembali melonjak. Pada Rabu malam pukul 19:54 UTC, Bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu USD 112.040 atau sekitar Rp 1.816.008.600 (berdasarkan kurs Rp 16.215 per USD) di bursa kripto Bitstamp.
Lonjakan ini melampaui rekor sebelumnya sekitar Rp 1.815.480.000 (USD 112.000) pada bulan Maret lalu. Menariknya, hal ini terjadi setelah Bitcoin sempat anjlok ke kisaran Rp 1.588.070.000 (USD 98.000) di akhir Juli. Kepercayaan investor tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.
Memasuki awal Juli, harga Bitcoin mulai menunjukkan peningkatan, hampir menyentuh Rp 1.783.650.000 (USD 110.000) pada tanggal 2 Juli. Tren kenaikan ini berlanjut hingga mencapai rekor baru dan diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal ketiga tahun ini.
Rekor Baru Bitcoin dan Likuidasi Posisi Short
Dalam 24 jam terakhir, terjadi aksi likuidasi besar-besaran posisi short (taruhan harga turun) senilai Rp 6,97 triliun atau sekitar USD 430 juta. Yang mengejutkan, sekitar Rp 4,54 triliun dari total tersebut terjadi hanya dalam satu jam terakhir.
Peristiwa ini menunjukkan pergeseran sentimen pasar yang signifikan, dari bearish (pesimis) menjadi bullish (optimis). Investor yang bertaruh pada penurunan harga Bitcoin mengalami kerugian besar akibat lonjakan mendadak ini.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis menyeluruh sebelum berinvestasi di aset kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Prediksi Harga Bitcoin Hingga Akhir Tahun
Beberapa analis dan pelaku pasar memprediksi harga Bitcoin masih berpotensi naik lebih tinggi tahun ini.
Anthony Scaramucci dari SkyBridge Capital memperkirakan Bitcoin bisa mencapai Rp 3,24 miliar (sekitar USD 200.000) sebelum akhir 2025. Prediksi optimis ini telah disampaikannya sejak Desember tahun lalu.
- Standard Chartered juga memiliki prediksi yang serupa, memperkirakan Bitcoin akan mencapai Rp 3,24 miliar pada kuartal keempat 2025. Mereka melihat permintaan dari investor institusional sebagai pendorong utama kenaikan.
- Tom Lee dari Fundstrat bahkan lebih optimis, memproyeksikan Bitcoin akan mencapai Rp 4,05 miliar (sekitar USD 250.000) tahun ini.
- Investor kawakan Tim Draper juga menyatakan optimismenya, melihat 2025 sebagai tahun Bitcoin mencetak rekor baru.
Perlu diingat bahwa prediksi harga kripto sangat spekulatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Faktor fundamental dan sentimen pasar sangat memengaruhi pergerakan harga.
Pergerakan Harga Kripto Lainnya pada 10 Juli 2025
Pada Kamis, 10 Juli 2025, pukul 07.00 WIB, Bitcoin dan sebagian besar kripto teratas menunjukkan tren positif.
Bitcoin (BTC) naik 1,83 persen dalam 24 jam dan 1,38 persen sepekan, mencapai USD 110.969 per koin atau sekitar Rp 1,80 miliar.
Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan signifikan, naik 5,28 persen dalam 24 jam dan 6,19 persen sepekan, dengan harga sekitar Rp 44,7 juta per koin.
Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) juga mencatatkan kenaikan harga masing-masing. Kenaikan harga ini mencerminkan sentimen positif yang meluas di pasar kripto.
Total kapitalisasi pasar kripto mencapai USD 3,46 triliun atau sekitar Rp 56,218 triliun, naik sekitar 2,56 persen dalam 24 jam terakhir. Ini menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat di pasar kripto secara keseluruhan.
Kesimpulannya, lonjakan harga Bitcoin ke rekor tertinggi baru menunjukkan peningkatan kepercayaan investor dan pergerakan positif di pasar kripto. Meskipun prediksi harga bersifat spekulatif, tren positif saat ini menunjukkan potensi kenaikan harga Bitcoin dan kripto lainnya di masa mendatang. Namun, penting untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum membuat keputusan investasi.











