Pasar kripto mengalami pergerakan yang beragam pada Senin, 12 Mei 2025. Mayoritas kripto utama berada di zona merah, meskipun beberapa menunjukkan pertumbuhan positif dalam jangka waktu mingguan.
Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami penurunan 0,64% dalam 24 jam terakhir. Namun, secara keseluruhan, Bitcoin masih naik 10,44% dalam sepekan.
Harga Kripto Utama Mengalami Penurunan
Harga Bitcoin saat ini berada di level USD 104.104,06 per koin, atau sekitar Rp 1,719 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.520,40 per dolar AS).
Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan, sebesar 2,85% dalam 24 jam terakhir, tetapi tetap naik 38,84% secara mingguan. Harga ETH saat ini sekitar Rp 41,46 juta per koin.
Binance Coin (BNB) turun 1,96% dalam sehari, namun masih menguat 11,03% secara mingguan. Harga BNB mencapai Rp 10,75 juta per koin.
Cardano (ADA) mengalami penurunan 4,33% dalam 24 jam, tetapi tetap naik 18,96% secara mingguan. Harga ADA saat ini sekitar Rp 13.286 per koin.
Solana (SOL) turun 2,60% dalam sehari, namun masih menunjukkan peningkatan 20,17% secara mingguan. Harga SOL berada di level Rp 2,857 juta per koin.
XRP juga mengalami penurunan, yaitu 4,29% dalam 24 jam, namun naik 9,67% dalam sepekan. Harga XRP saat ini adalah Rp 39.003 per koin.
Dogecoin (DOGE) turun 6,89% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih meningkat 35,74% dalam sepekan. Harga DOGE diperdagangkan di level Rp 3.821 per token.
Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap stabil. USDT naik tipis 0,01% ke USD 1,00, sementara USDC tetap di USD 0,9999.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mencapai USD 2,52 triliun (Rp 41,637 triliun), naik sekitar 0,55% dalam 24 jam terakhir.
Sentimen Positif Mendorong Kenaikan Harga Bitcoin
Bitcoin sempat menembus level psikologis USD 103.000, untuk pertama kalinya sejak Februari 2025, sebelum mengalami koreksi kecil akibat aksi ambil untung.
Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor positif. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan menjadi salah satu penyebabnya.
Pengumuman Presiden Trump mengenai kesepakatan perdagangan dengan Inggris juga memberikan sentimen positif. Kesepakatan ini mencakup pengurangan tarif impor untuk baja dan mobil.
Lebih dari USD 492 juta posisi short dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Ini menunjukkan tekanan beli yang kuat di tengah optimisme investor.
Menurut Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur, kenaikan harga Bitcoin dipengaruhi oleh stabilitas kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik yang positif.
Fyqieh memperkirakan, jika ketegangan perdagangan mereda dan arus masuk ETF tetap positif, BTC berpotensi mencapai USD 105.000 hingga USD 108.000.
Keyakinan Investor Jangka Panjang dan Analisis Teknikal
Arus masuk bersih ke ETF Bitcoin spot dan penurunan saldo BTC di bursa menunjukkan keyakinan investor jangka panjang.
Namun, RSI yang telah menembus angka 70 menunjukkan potensi koreksi dalam waktu dekat.
Indeks Fear & Greed berada di level 70, menunjukkan sentimen bullish. Dominasi Bitcoin atas altcoin masih kuat, dengan Indeks Musim Altcoin di angka 36.
Fyqieh menambahkan, jika kesepakatan perdagangan dengan Inggris terwujud, harga Bitcoin berpotensi menuju USD 120.000.
Data ekonomi AS, seperti rilis data anggaran pada 12 Mei dan CPI pada 13 Mei, akan memengaruhi pergerakan harga Bitcoin.
Potensi pengesahan Undang-Undang Bitcoin di AS juga akan berpengaruh. Pengakumulasian satu juta BTC oleh pemerintah AS dapat mempercepat kenaikan harga.
Secara keseluruhan, pasar kripto menunjukkan dinamika yang menarik, dengan pergerakan harga yang dipengaruhi oleh berbagai faktor makro dan mikro ekonomi, serta sentimen pasar. Perkembangan selanjutnya perlu dipantau untuk melihat apakah tren positif ini akan berlanjut.











