Pasar kripto mengalami kenaikan signifikan pada Selasa, 24 Juni 2025, beberapa jam setelah serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Qatar. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan sejumlah mata uang kripto lainnya menunjukkan penguatan yang cukup mencolok. Kenaikan ini memicu pertanyaan mengenai pengaruh geopolitik terhadap pasar aset digital. Berikut analisis lengkapnya.
Lonjakan Harga Kripto Pasca Serangan Iran
Harga Bitcoin melonjak 4,50% dalam 24 jam terakhir, mencapai Rp 1,73 miliar per koin. Meskipun demikian, secara mingguan, BTC masih mengalami penurunan 0,28%. Ethereum (ETH) menunjukan performa yang lebih impresif dengan kenaikan 8,52% dalam sehari, meskipun masih turun 3,76% dalam sepekan, dengan harga mencapai Rp 39,68 juta. Kenaikan juga terlihat pada XRP (7,30% dalam sehari), Solana (SOL) (9,86% dalam sehari), dan Dogecoin (DOGE) (9,04% dalam sehari). Stablecoin seperti USDT dan USDC juga menunjukan sedikit kenaikan.
Kenaikan harga ini terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal balasan ke pangkalan militer AS di Qatar pada Senin, 23 Juni 2025. Serangan ini merupakan respons atas serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah ini memicu spekulasi di pasar kripto.
Analisis Tokocrypto: Konflik Geopolitik dan Harga Bitcoin
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mencatat bahwa konflik geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina (2022), Israel-Gaza (2023), dan Iran-Israel (2025), tidak selalu berdampak negatif jangka panjang pada Bitcoin. Ia berpendapat bahwa konflik tersebut justru dapat meningkatkan ekspektasi inflasi global, yang pada akhirnya menguntungkan Bitcoin dalam jangka panjang karena sifatnya sebagai aset lindung nilai (hedge).
Meskipun demikian, Fyqieh juga mengingatkan bahwa Bitcoin tetap sensitif terhadap reaksi pasar awal setelah terjadinya konflik. Tekanan jual sesaat dapat terjadi sebelum harga pulih kembali. Sebagai contoh, setelah serangan rudal Israel ke Iran pada 13 Juni 2025, harga BTC sempat turun tetapi kemudian pulih. Bahkan, perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, membeli 10.001 BTC senilai USD 1 miliar pada 16 Juni 2025, menunjukkan kepercayaan institusional terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Strategi Industri Kripto Menghadapi Ketidakpastian Global
Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan dinamika ekonomi makro tidak menyurutkan semangat pelaku industri kripto. Justru, situasi ini menjadi momentum bagi perusahaan bursa kripto untuk memperkuat ekosistem dan strategi mereka.
CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, menekankan pentingnya edukasi pasar dan peningkatan pemahaman investor akan nilai jangka panjang aset digital, terutama Bitcoin, serta teknologi blockchain dan Web3 yang mendasarinya. Hal ini dianggap krusial dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan ini. Dengan peningkatan literasi, investor diharapkan dapat lebih bijak dalam menghadapi fluktuasi pasar dan mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi. Peningkatan literasi ini diharapkan menjadi kunci bagi pertumbuhan berkelanjutan pasar kripto di Indonesia dan di dunia.
Capitalisasi pasar kripto secara keseluruhan mencapai Rp 3,25 triliun pada hari Selasa, meningkat 5,28% dalam sehari. Pergerakan ini menunjukkan ketangguhan pasar kripto, yang mampu merespon peristiwa geopolitik dengan dinamika yang kompleks. Meskipun demikian, penting untuk tetap waspada terhadap fluktuasi harga dan perkembangan geopolitik lebih lanjut. Pemantauan pasar dan analisis yang cermat tetap diperlukan untuk navigasi yang aman di dunia kripto yang dinamis.











