Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2025. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin mencapai USD 109.763,77 per koin, atau sekitar Rp 1,786 miliar (dengan kurs Rp 16.277 per dolar AS). Penguatan ini cukup signifikan, mencapai 3,90% dalam 24 jam terakhir dan 3,16% dalam sepekan terakhir.
Volume perdagangan harian Bitcoin tercatat sebesar USD 58,85 miliar, sementara kapitalisasi pasarnya mencapai USD 2,18 triliun. Posisi Bitcoin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tetap tak tergoyahkan. Harga tertinggi Bitcoin tercatat pada 23 Mei 2025, yakni USD 111.936,17 per koin. Pasokan Bitcoin yang terbatas, maksimal 21 juta koin, dengan 19,87 juta koin yang sudah beredar, turut menjadi faktor yang memengaruhi harganya. Bitcoin sendiri pertama kali diciptakan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto.
Karakteristik Utama Bitcoin
Bitcoin memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari mata uang konvensional. Sistemnya dirancang untuk desentralisasi, artinya tidak dikendalikan oleh bank sentral atau pemerintah manapun. Transaksi Bitcoin direkam pada blockchain, sebuah buku besar digital yang transparan dan aman.
- Desentralisasi: Ketiadaan otoritas tunggal membuat Bitcoin tahan terhadap sensor dan manipulasi.
- Teknologi Blockchain: Sistem ini menjamin keamanan dan transparansi setiap transaksi yang tercatat.
- Jumlah Terbatas: Kelangkaan Bitcoin menjadikannya aset yang menarik bagi investor.
- Aset Digital: Bitcoin semakin banyak digunakan sebagai alat investasi dan menyimpan nilai.
Prediksi Lonjakan Harga Bitcoin hingga 358.000%
Standard Chartered, bank multinasional asal Inggris, baru-baru ini mengeluarkan prediksi yang mengejutkan. Mereka memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai USD 500.000 (sekitar Rp 8,1 miliar dengan kurs Rp 16.294 per dolar AS) sebelum berakhirnya masa jabatan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Prediksi ini didasarkan pada terobosannya angka USD 111.000 yang membuat sentimen pasar kembali positif. Standard Chartered memperkirakan kenaikan harga Bitcoin hingga lebih dari 358.000% dalam rentang waktu empat tahun jika Donald Trump terpilih kembali dan menjabat hingga 20 Januari 2029.
Meningkatnya Minat Institusional sebagai Penggerak Utama
Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Global di Standard Chartered, menjelaskan bahwa minat institusional yang terus meningkat menjadi pendorong utama prediksi kenaikan harga Bitcoin. Data 13F dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS mendukung prediksi ini. Formulir 13F adalah laporan triwulanan yang wajib disampaikan oleh investor institusional yang mengelola aset dalam jumlah besar.
Laporan ini menunjukkan masuknya banyak pemain institusional ke pasar Bitcoin. Data 13F triwulanan ini dianggap sebagai indikator kuat bahwa Bitcoin akan menarik lebih banyak investor institusional seiring dengan semakin matangnya pasar. Hal ini dipercaya akan mempercepat pertumbuhan nilai Bitcoin dan mencapai target harga USD 500.000.
Kesimpulannya, pergerakan harga Bitcoin saat ini cukup positif, didorong oleh berbagai faktor termasuk minat institusional yang signifikan. Prediksi kenaikan harga yang fantastis dari Standard Chartered perlu dikaji lebih lanjut, meskipun menunjukkan potensi besar Bitcoin di masa depan. Namun, investasi dalam aset kripto seperti Bitcoin tetap berisiko tinggi dan memerlukan pemahaman yang matang sebelum mengambil keputusan investasi.











