Analis kripto terkemuka, Ryan Lee dari Bitget Research, memprediksi harga Bitcoin akan terus meroket dalam beberapa bulan ke depan. Prediksi ini muncul setelah Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa pekan lalu. Lee optimistis tren bullish akan berlanjut hingga kuartal ketiga tahun 2025.
Prediksi Lee didasarkan pada beberapa faktor kunci yang saling berkaitan, termasuk kebijakan pro-kripto dari kampanye Trump, aliran masuk dana ke ETF Bitcoin, dan pembelian obligasi perusahaan skala besar.
Prediksi Harga Bitcoin dan Ethereum
Lee memperkirakan Bitcoin akan mencapai harga rata-rata USD 125.000 pada kuartal III 2025. Harga tertinggi diperkirakan mencapai kisaran USD 135.000 hingga USD 150.000, sementara harga terendah diperkirakan di antara USD 105.000 dan USD 110.000.
Lonjakan harga Bitcoin yang melampaui USD 117.000 disebutnya sebagai indikasi kuat dari tren bullish yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ethereum, yang saat ini diperdagangkan pada kisaran USD 2.800 hingga USD 3.000, juga diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan. Lee memproyeksikan harga rata-rata Ethereum mencapai USD 3.800 pada kuartal III 2025, dengan kisaran harga antara USD 2.900 hingga USD 5.000.
Menurut Lee, Ethereum perlu menembus resistensi di level USD 3.700 untuk mengonfirmasi momentum kenaikan yang kuat. Namun, jika Bitcoin mengalami koreksi atau muncul ketidakpastian regulasi, harga Ethereum berpotensi turun hingga USD 2.700.
Sentimen Pasar yang Bullish
Lee mencatat bahwa sentimen investor saat ini sangat bullish. Hal ini terlihat dari rekor arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot, yang telah melampaui USD 51 miliar.
Permintaan institusional yang kuat dan alokasi treasury perusahaan yang semakin umum menjadi pendorong utama sentimen positif ini.
Adopsi dan staking perusahaan juga memperkuat kepercayaan investor jangka panjang pada Ethereum. Sebanyak 34,6 juta ETH saat ini terkunci dalam staking.
Namun, Lee mengingatkan bahwa tegangan tarif global dan ketidakpastian geopolitik masih dapat memicu volatilitas pasar. Ia menyarankan investor untuk tetap waspada.
Meskipun demikian, Lee melihat pergerakan modal ke sektor-sektor dengan utilitas tinggi seperti tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin, dan proyek blockchain yang terintegrasi dengan AI sebagai tanda positif.
Analisis Risiko dan Level Kritis Bitcoin
Meskipun optimistis, Lee menyarankan agar investor tetap waspada terhadap potensi koreksi pasar. Ia memprediksi koreksi sebesar 10-30% masih mungkin terjadi.
Lee menekankan pentingnya memantau pergeseran makroekonomi dan eksekusi kebijakan secara cermat.
Indikator on-chain seperti Skor-Z MVRV menunjukkan bahwa meskipun telah terjadi puncak lokal, pasar belum mencapai titik ekstrem yang terlalu panas. Oleh karena itu, koreksi 10-30% bukanlah hal yang mengejutkan.
Lee juga mencatat level kritis jangka pendek untuk Bitcoin, yaitu support utama di USD 108.500 dan resistensi di USD 130.000. Kegagalan Bitcoin untuk bertahan di atas USD 110.000 dapat mengindikasikan overextension sementara dan memicu koreksi yang lebih dalam.
Kesimpulannya, walaupun prediksi Lee menunjukkan tren bullish yang kuat untuk Bitcoin dan Ethereum pada kuartal III 2025, investor tetap harus mempertimbangkan potensi risiko dan volatilitas pasar. Pemantauan indikator pasar dan perkembangan kebijakan makro ekonomi sangat penting untuk pengambilan keputusan investasi yang bijak.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca sendiri.











