Pasar kripto mengalami pergerakan beragam pada Jumat, 27 Juni 2025. Sebagian besar kripto utama berada di zona merah, meskipun Bitcoin menunjukkan penguatan. Data dari Coinmarketcap memberikan gambaran lengkap tentang pergerakan harga berbagai mata uang kripto.
Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami kenaikan 0,40% dalam 24 jam terakhir. Namun, secara mingguan, BTC masih menunjukkan kenaikan sebesar 2,24%.
Harga Kripto Utama Beragam, Bitcoin Menguat
Harga Bitcoin saat ini mencapai USD 106.858,35 per koin, atau sekitar Rp 1,728 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.179,80 per USD). Ethereum (ETH), di sisi lain, mengalami pelemahan.
ETH turun 0,51% dalam sehari dan 4,18% dalam sepekan. Harga ETH saat ini berada di level Rp 39,06 juta per koin. Binance Coin (BNB) juga ikut melemah, turun 0,80% dalam 24 jam terakhir dan 0,42% secara mingguan.
BNB diperdagangkan pada harga Rp 10,38 juta per koin. Cardano (ADA) mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu 2,73% dalam sehari dan 8,01% sepekan, dengan harga saat ini Rp 8,96 per koin.
Solana (SOL) juga melemah, turun 4,04% dalam 24 jam dan 5,61% sepekan, diperdagangkan pada harga Rp 2,24 juta per koin. XRP mengalami penurunan 4,34% dalam sehari dan 3,54% sepekan, dengan harga saat ini Rp 33,78 per koin.
Dogecoin (DOGE) juga ikut terkoreksi, turun 3,07% dalam 24 jam terakhir dan 6,49% secara mingguan. Harga DOGE saat ini berada di level Rp 2,58 per token. Stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menunjukkan sedikit penurunan, masing-masing 0,05% dan 0,02%.
Total kapitalisasi pasar kripto saat ini mencapai USD 3,26 triliun (sekitar Rp 52,755 triliun), turun sekitar 1,00% dalam 24 jam terakhir.
Senator AS Desak Reformasi Pajak Kripto
Senator AS, Cynthia Lummis, mengkritik keras sistem perpajakan kripto yang berlaku saat ini. Ia menganggapnya tidak adil dan membebani pelaku industri.
Sistem tersebut, menurut Lummis, menimbulkan pajak berganda dan biaya kepatuhan yang tinggi. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekosistem kripto di AS.
Lummis menekankan bahwa regulasi yang ada tidak mengikuti perkembangan teknologi aset digital. Ia mendesak perubahan agar aturan pajak kripto lebih sederhana dan adil.
Potensi Reformasi dan Masa Depan Regulasi Kripto di AS
Senator Lummis mendorong revisi undang-undang pajak kripto untuk menghilangkan pajak berganda. Ini diharapkan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Ketidakkonsistenan regulasi pajak kripto antar negara bagian di AS juga menjadi masalah. Reformasi kebijakan diperlukan untuk menciptakan kepastian hukum dan daya saing global.
Analisis menunjukkan bahwa peraturan pajak yang jelas dan transparan akan menguntungkan AS dalam persaingan global di sektor aset digital. Isu ini akan tetap menjadi fokus utama mengingat peran penting kripto dalam sistem keuangan modern.
Perlu diingat bahwa setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi. Lakukan riset dan analisis yang mendalam sebelum berinvestasi dalam kripto.











