Indonesia resmi memiliki Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII), sebuah wadah yang didedikasikan untuk pengembangan dan pemanfaatan teknologi biochar. Kehadiran ABII diharapkan dapat mendorong Indonesia menjadi pusat pengembangan teknologi dan pasar biochar global, mengingat potensi sumber daya biomassa yang melimpah di negara ini.
ABII dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini menandai sebuah babak baru dalam pemanfaatan biochar untuk mengatasi berbagai tantangan lingkungan dan ekonomi di Indonesia.
Biochar: Solusi Ramah Lingkungan dari Limbah Pertanian
Biochar merupakan arang hayati yang dihasilkan dari proses pirolisis biomassa organik, seperti limbah pertanian. Proses ini dilakukan dalam kondisi minim oksigen, menghasilkan bahan bermanfaat bagi pertanian dan sekaligus menyimpan karbon dalam jangka panjang.
Direktur Eksekutif ABII, Phil Rickard, menjelaskan bahwa biochar terbukti meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Teknologi ini bahkan telah diakui secara internasional dalam kerangka kerja Carbon Dioxide Removal (CDR).
Biochar memiliki banyak kegunaan, antara lain meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, mempertahankan kelembapan tanah, dan meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman. Manfaat ini sangat signifikan bagi peningkatan hasil panen.
Indonesia, dengan potensi limbah pertanian lebih dari 100 juta ton per tahun, memiliki peluang besar untuk memanfaatkan biochar. Penggunaan biochar juga dapat mengatasi masalah polusi akibat pembakaran jerami dan limbah pertanian di lahan sawah dan delta.
ABII: Wujud Kolaborasi Lintas Sektor untuk Majukan Biochar
ABII dibentuk sebagai respon terhadap urgensi penggunaan teknologi berbasis karbon untuk mengatasi perubahan iklim, degradasi lahan, dan isu ketahanan pangan. Asosiasi ini bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara berbagai pihak terkait.
Tujuan utama ABII adalah mengenalkan biochar kepada masyarakat luas, termasuk petani, pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum. Sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat biochar menjadi kunci keberhasilan penerapan teknologi ini.
Selain sosialisasi, ABII juga akan mendukung pengembangan riset dan inovasi di bidang teknologi produksi biochar dan aplikasinya. Penelitian dan pengembangan akan memastikan teknologi biochar terus berkembang dan sesuai kebutuhan.
ABII juga berperan sebagai forum komunikasi dan kolaborasi antara pelaku bisnis, peneliti, pembeli biochar, dan pengambil kebijakan. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan keberlanjutan pengembangan dan pemanfaatan biochar.
Terakhir, ABII akan mendorong standarisasi dan sertifikasi biochar untuk menjamin kualitas dan penerimaan pasar yang luas. Standarisasi kualitas ini penting untuk membangun kepercayaan dan daya saing biochar Indonesia di pasar internasional.
Potensi Biochar Indonesia di Mata Dunia
Hashim Djojohadikusumo optimis Indonesia dapat menjadi negara adidaya biochar. Hal ini didasarkan pada potensi sumber daya biomassa yang melimpah di Indonesia, yang jarang dimiliki negara lain.
Indonesia, bersama beberapa negara tropis lainnya seperti Kongo, Brasil, dan Venezuela, memiliki keunggulan biomassa yang luar biasa, baik dari sektor pertanian maupun kehutanan. Kekayaan sumber daya ini menjadi modal utama bagi pengembangan biochar di Indonesia.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyambut positif peluncuran ABII. Beliau menekankan pentingnya pemanfaatan potensi biochar yang masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Kementan siap berkolaborasi dengan ABII dalam mengembangkan biochar di Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi lintas sektor, Indonesia berpeluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi biochar, sekaligus berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan ketahanan pangan.
Keberadaan ABII diharapkan mampu mengoptimalkan potensi biochar Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam pasar biochar global, dan memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian nasional.











