Binance, bursa kripto terbesar dunia, mengumumkan akan memberikan akses penuh kepada warga Suriah untuk bertransaksi kripto, termasuk Bitcoin. Keputusan ini menyusul pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah bulan lalu. Langkah ini membuka peluang baru bagi warga Suriah untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital global.
Kini, penduduk Suriah dapat membeli dan menjual berbagai aset kripto di Binance, yang menawarkan lebih dari 300 token dan stablecoin. Mereka juga dapat menggunakan pound Suriah untuk bertransaksi di bursa tersebut.
Binance Membuka Akses Kripto untuk Suriah Pasca Pencabutan Sanksi AS
Pengumuman Binance ini merupakan dampak langsung dari keputusan mengejutkan pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump. Pencabutan sanksi terhadap Suriah, yang diklaim atas permintaan Arab Saudi, membuka jalan bagi peningkatan akses warga Suriah ke layanan keuangan internasional.
Pemerintah Suriah sendiri tengah berupaya meningkatkan layanan publik, termasuk konektivitas internet, setelah konflik berkepanjangan. Akses ke kripto melalui Binance dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital di negara tersebut.
Binance Capai 275 Juta Pengguna, Tumbuh Pesat di Pasar Berkembang
Kabar pembukaan akses kripto di Suriah datang beriringan dengan pengumuman Binance mengenai jumlah penggunanya yang telah mencapai angka 275 juta. Angka ini mencerminkan pertumbuhan eksponensial Binance, khususnya di pasar berkembang.
Sejak Januari 2024, Binance telah menambah 80 juta pengguna baru, rata-rata sekitar 156.000 pendaftaran setiap hari. Pertumbuhan ini dipicu oleh permintaan yang tinggi di pasar yang sudah mapan dan juga pasar berkembang, termasuk Suriah.
Binance melihat pertumbuhan ini sebagai bukti efektifitas strateginya dalam memperluas akses keuangan di wilayah-wilayah yang kurang terlayani. Berbeda dengan sistem keuangan tradisional, Binance dibangun di atas teknologi kripto, memungkinkan akses yang lebih luas dan inklusif.
Strategi Binance dalam Memperluas Jangkauan
Binance tidak hanya fokus pada jumlah pengguna, tetapi juga pada utilitas kripto dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah integrasi Binance Pay dengan sistem pembayaran nasional Brasil, Pix.
Integrasi ini memungkinkan pengguna untuk mengkonversi kripto ke mata uang lokal dengan mudah untuk transaksi sehari-hari, menunjukkan upaya Binance untuk membuat kripto lebih praktis dan mudah digunakan.
Binance: Penyimpan Stablecoin Terbesar dengan Cadangan Rp 506 Triliun
Data dari CryptoQuant menunjukkan Binance memiliki cadangan stablecoin terbesar di antara bursa kripto terpusat lainnya. Jumlah stablecoin USDT dan USDC yang disimpan di dompet Binance mencapai USD 31 miliar (sekitar Rp 506,5 triliun).
Cadangan tersebut mewakili 59% dari total cadangan stablecoin di industri, menunjukkan dominasi Binance dalam hal likuiditas perdagangan.
Pada bulan Mei 2025, Binance menerima USD 31 miliar dalam setoran USDT dan USDC, mengalahkan Coinbase yang melaporkan USD 30 miliar (sekitar Rp 490,2 triliun) dalam periode yang sama.
Kesimpulannya, langkah Binance membuka akses kripto di Suriah dan capaian 275 juta pengguna menunjukkan pertumbuhan pesat industri kripto dan peran penting Binance dalam menyediakan akses keuangan yang inklusif. Dominasinya dalam penyimpanan stablecoin semakin memperkuat posisinya sebagai bursa kripto terdepan di dunia. Namun, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset dan analisis sebelum berinvestasi di aset kripto.











