Binance, bursa kripto terbesar dunia, mengumumkan akan memberikan akses penuh layanannya kepada warga Suriah. Keputusan ini diambil menyusul pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah bulan lalu. Warga Suriah kini dapat bertransaksi dengan lebih dari 300 token kripto dan stablecoin yang tersedia di platform Binance.
Penggunaan pound Suriah juga diizinkan untuk membeli dan menjual aset kripto di Binance. Langkah ini menandai babak baru aksesibilitas keuangan digital di Suriah, sebuah negara yang selama bertahun-tahun terdampak konflik dan sanksi internasional.
Binance Buka Akses Kripto di Suriah Pasca Pencabutan Sanksi AS
Pengumuman Binance ini didorong oleh keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang mencabut sanksi terhadap Suriah. Keputusan tersebut, menurut Trump, dilakukan atas permintaan Arab Saudi, yang merupakan pendukung utama pencabutan sanksi.
Pemerintah Suriah baru berharap dapat meningkatkan layanan publik, termasuk konektivitas internet. Hal ini untuk mengejar ketertinggalan setelah 14 tahun perang saudara dan puluhan tahun sanksi Barat.
Pertumbuhan Pengguna Binance Mencapai 275 Juta
Bertepatan dengan pembukaan akses di Suriah, Binance juga merayakan pencapaian luar biasa. Jumlah pengguna terdaftar mereka telah mencapai angka 275 juta di seluruh dunia.
Pertumbuhan ini sangat signifikan, terutama jika dilihat dari penambahan 80 juta pengguna baru sejak Januari 2024. Hal ini menunjukkan rata-rata 156.000 pendaftaran baru setiap hari atau sekitar 1,8 pengguna per detik.
Binance melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperluas akses di wilayah yang kurang terlayani sistem keuangan tradisional. Sistem Binance yang sepenuhnya dibangun di sekitar kripto memungkinkan partisipasi lebih luas dalam keuangan global.
Binance juga menekankan utilitas layanannya dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi Binance Pay dengan sistem pembayaran nasional Brasil, Pix, misalnya, memungkinkan konversi kripto ke mata uang lokal untuk transaksi langsung.
Binance: Penyimpan Stablecoin Terbesar dengan Nilai Rp 506 Triliun
Data dari CryptoQuant menunjukkan Binance menyimpan stablecoin USDt dan USDC senilai USD 31 miliar (sekitar Rp 506,5 triliun). Angka ini merupakan yang terbesar di antara bursa kripto terpusat lainnya.
Simpanan tersebut mewakili 59% dari seluruh cadangan stablecoin di industri. Hal ini menunjukkan besarnya likuiditas perdagangan yang tersimpan di platform Binance.
Pada Mei 2025, Binance menerima USD 31 miliar dalam setoran USDT dan USDC. Jumlah ini melampaui Coinbase yang melaporkan USD 30 miliar (sekitar Rp 490,2 triliun) dalam periode yang sama.
Kesimpulannya, langkah Binance membuka akses kripto di Suriah dan pencapaian jumlah pengguna yang fantastis menunjukkan kekuatan dan jangkauan platform ini di pasar global. Keberhasilan Binance dalam mengelola stablecoin juga memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri kripto. Perkembangan ini patut dinantikan dampaknya terhadap ekonomi digital di Suriah dan dunia.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.











