Binance, bursa kripto terbesar dunia, resmi membuka akses perdagangan kripto bagi warga Suriah. Keputusan ini menyusul pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Suriah bulan lalu. Langkah ini menandai babak baru bagi akses keuangan digital di negara yang telah lama terdampak konflik dan sanksi internasional.
Warga Suriah kini dapat mengakses lebih dari 300 token kripto dan stablecoin yang ditawarkan Binance. Mereka juga dapat menggunakan Pound Suriah untuk bertransaksi kripto di platform tersebut.
Binance Buka Akses Kripto di Suriah Pasca Pencabutan Sanksi AS
Pengumuman Binance ini disambut positif, mengingat Suriah telah lama terisolasi dari sistem keuangan global akibat sanksi. Akses terhadap kripto menawarkan alternatif bagi warga Suriah untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital.
Pencabutan sanksi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya memang mengejutkan. Keputusan tersebut, menurut Trump, diambil atas permintaan Arab Saudi, yang mendukung pencabutan sanksi tersebut.
Dominasi Binance: 275 Juta Pengguna dan Cadangan Stablecoin Raksasa
Berkembangnya akses kripto di Suriah terjadi di tengah pertumbuhan pengguna Binance yang pesat. Per Juni 2025, Binance telah mencatat 275 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia.
Pertumbuhan ini sangat signifikan, terutama jika dilihat dari penambahan 80 juta pengguna baru sejak Januari 2024. Ini setara dengan sekitar 156.000 pendaftaran setiap harinya.
Binance menganggap pertumbuhan ini didorong oleh upaya memperluas akses ke wilayah yang kurang terlayani oleh sistem keuangan tradisional.
Platform ini menawarkan sistem yang dibangun di sekitar kripto, memungkinkan partisipasi yang lebih luas dalam keuangan global.
Binance juga menekankan aplikasi layanannya dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi Binance Pay dengan sistem pembayaran nasional Brasil, Pix, menjadi contoh konkretnya.
Keunggulan Binance Pay
Binance Pay memungkinkan konversi kripto ke mata uang lokal untuk transaksi langsung. Ini meningkatkan utilitas kripto dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai investasi.
Binance: Penyimpan Stablecoin Terbesar dengan Nilai Triliunan Rupiah
Selain jumlah penggunanya yang fantastis, Binance juga memimpin dalam penyimpanan stablecoin. Data CryptoQuant menunjukkan Binance menyimpan stablecoin USDT dan USDC senilai sekitar USD 31 miliar (Rp 506,5 triliun).
Nilai ini merupakan yang terbesar di antara bursa kripto terpusat lainnya. Angka ini mewakili 59% dari seluruh cadangan stablecoin di industri.
Pada Mei 2025, Binance menerima USD 31 miliar dalam setoran USDT dan USDC, mengalahkan Coinbase yang mencatat USD 30 miliar (Rp 490,2 triliun) dalam periode yang sama.
Keunggulan Binance dalam penyimpanan stablecoin ini menunjukkan likuiditas perdagangan yang tinggi di platform tersebut. Hal ini semakin memperkuat posisi Binance sebagai pemain utama di industri kripto.
Kesimpulannya, perluasan layanan Binance ke Suriah menandai sebuah langkah penting dalam aksesibilitas keuangan digital di negara tersebut. Di sisi lain, dominasi Binance dalam jumlah pengguna dan penyimpanan stablecoin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global di industri kripto. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana perkembangan Binance dan dampaknya terhadap ekonomi digital global, terutama di negara-negara berkembang.











