PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli, IDX: BELI) menunjukkan kinerja keuangan yang solid di tengah persaingan ketat pasar Asia Tenggara. Laporan Tahunan 2024 dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) baru-baru ini mengukuhkan pertumbuhan konsisten perusahaan.
Blibli membukukan peningkatan pendapatan dan laba yang signifikan, menunjukkan strategi bisnis yang efektif dan adaptif terhadap perubahan pasar.
Kinerja Keuangan Blibli yang Menguat
Pendapatan neto konsolidasian Blibli pada 2024 meningkat 14% year-on-year (y.o.y) menjadi Rp16,7 triliun.
Laba bruto konsolidasian juga naik signifikan, mencapai 37% y.o.y menjadi Rp3,3 triliun. Ini menunjukkan peningkatan marjin bruto konsolidasian menjadi 19,7%, atau naik 340 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini berkat komitmen Blibli terhadap strategi omnichannel terintegrasi. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk tetap adaptif dan relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.
Chief Corporate Officer dan Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menekankan fokus perusahaan pada eksekusi yang disiplin. Hal ini meliputi efisiensi biaya, optimalisasi produk, dan penguatan loyalitas ekosistem serta kapabilitas distribusi.
Blibli Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500
Berkat kinerja keuangan yang kuat, Blibli kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 selama dua tahun berturut-turut.
Pada 2025, peringkat Blibli naik ke #260, meningkat 22 posisi dari #282 di tahun sebelumnya. Ini menegaskan posisi Blibli sebagai salah satu perusahaan berkinerja terbaik di Asia Tenggara.
Daftar Fortune Southeast Asia 500 merangking perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan berdasarkan total pendapatan tahun fiskal terakhir. Daftar ini mencakup berbagai sektor di tujuh negara anggota ASEAN.
Fortune mencatat bahwa daftar 2025 mencerminkan kesiapan kawasan dalam memanfaatkan pergeseran rantai pasok global. Pertumbuhan pesat di industri pertambangan, kendaraan listrik (EV), dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi faktor penting.
Dengan pendapatan USD 1.055,5 juta (melebihi minimum pendapatan USD 349,4 juta untuk masuk daftar), Blibli menjadi salah satu perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi di industri Internet Service Retailing dalam sektor Teknologi.
Pergerakan IHSG dan Saham-Saham Tertentu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada 24 Juni 2025, setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam.
IHSG naik 1,21% ke posisi 6.869,17, sementara Indeks LQ45 bertambah 1,4% ke posisi 764,41.
Sebanyak 453 saham melonjak, sedangkan 165 saham melemah dan 181 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 20,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,9 triliun.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menguat ke posisi 16.200. Sebagian besar sektor saham juga menghijau, kecuali sektor energi yang turun 0,59%.
Saham BKSL mencatatkan kenaikan signifikan, melonjak 16,10% ke posisi Rp 137 per saham.
Sebaliknya, saham SICO melemah 11,11% ke posisi Rp 120 per saham. Sementara itu, saham TLKM naik 0,39%, AMMN melonjak 3,19%, dan BBNI naik 1,97%.
Secara keseluruhan, kinerja Blibli menunjukkan tren positif dan menjanjikan. Keberhasilan perusahaan dalam mengelola strategi omnichannel dan mencapai pertumbuhan yang konsisten di tengah persaingan yang ketat patut diapresiasi. Kinerja positif ini juga tercermin dalam pergerakan positif IHSG dan beberapa saham di bursa, menandakan optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kinerja perusahaan-perusahaan di Indonesia.











