Amerika Serikat tengah mempertimbangkan sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang diberi nama “One Big Beautiful Bill Act” (OBBBA) oleh mantan Presiden Donald Trump. RUU ini telah lolos di Kongres dan menjanjikan perubahan signifikan terhadap adopsi mata uang kripto di Amerika Serikat. Salah satu poin utamanya adalah pembebasan pajak untuk transaksi kripto dalam jumlah kecil.
Jika disahkan, OBBB Act akan memberikan dampak besar terhadap penggunaan kripto dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kripto untuk transaksi di bawah USD 300 akan bebas pajak, asalkan total keuntungan tahunan dari transaksi tersebut tidak melebihi USD 5.000. Batas ini akan disesuaikan dengan inflasi setiap tahunnya mulai 2026.
Dampak OBBB Act terhadap Transaksi Kripto
OBBBA tidak hanya berfokus pada transaksi kecil. RUU ini juga mencakup beberapa perubahan penting lainnya dalam perpajakan kripto. Penambang dan pemegang kripto hanya akan dikenakan pajak saat menjual token, bukan saat menerima atau menambang. Hal ini bertujuan untuk menghindari pajak atas keuntungan yang belum terealisasi.
Pinjaman aset digital juga tidak lagi dianggap sebagai transaksi yang kena pajak. Donasi kripto ke lembaga amal juga akan disederhanakan, dengan menghilangkan kewajiban penilaian profesional yang mahal jika token tersebut umum diperdagangkan. Secara keseluruhan, RUU ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi inovasi di sektor kripto.
OBBB Act: Lebih dari Sekadar Pajak Kripto
OBBB Act merupakan paket kebijakan yang lebih luas dari sekadar regulasi pajak kripto. RUU ini juga mencakup berbagai kebijakan ekonomi dan sosial lainnya yang mencerminkan visi pemerintahan Trump. Salah satu poin pentingnya adalah penghapusan batas waktu untuk pemotongan pajak yang telah diterapkan sebelumnya.
Pemotongan pajak tersebut, yang awalnya hanya berlaku sementara, akan menjadi permanen jika OBBB Act disahkan. Selain itu, RUU ini juga meliputi pengurangan pendanaan untuk program-program bantuan sosial, peningkatan belanja pertahanan, pengetatan pengawasan perbatasan, dan pengurangan regulasi di sektor energi dan bisnis.
Kontroversi dan Kritik terhadap OBBB Act
OBBB Act tidak luput dari kritik. Elon Musk, meskipun pernah menjadi donatur besar kampanye Trump, secara vokal menentang RUU ini. Musk menyebut OBBB Act sebagai kebijakan yang “gila dan merusak”, yang akan menghancurkan lapangan kerja dan merugikan strategi negara.
Musk juga mengkritik besarnya anggaran yang diusulkan dalam RUU tersebut, termasuk kenaikan plafon utang sebesar USD 5 triliun. Kritik Musk juga didorong oleh potensi dampak negatif terhadap bisnisnya sendiri. Tesla, sebagai perusahaan yang fokus pada kendaraan listrik dan energi terbarukan, berpotensi kehilangan hingga USD 1,2 miliar akibat penghapusan kredit pajak kendaraan listrik dalam RUU tersebut.
Kesimpulannya, OBBB Act merupakan RUU yang ambisius dan kontroversial. Meskipun menjanjikan simplifikasi perpajakan kripto dan mendorong adopsi yang lebih luas, RUU ini juga memicu perdebatan sengit mengenai kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih besar. Dampak jangka panjang dari OBBB Act masih perlu dipantau, terutama mengingat beragamnya kritik dan kontroversi yang mengelilingi RUU ini. Perdebatan ini akan terus berlanjut dan menentukan masa depan ekonomi dan teknologi di Amerika Serikat.











