Perusahaan teknologi finansial Amerika Serikat, Bakkt Holdings, berencana mengumpulkan dana hingga US$ 1 miliar (sekitar Rp 16 triliun). Dana ini akan mendukung strategi baru perusahaan di bidang Bitcoin dan aset digital lainnya.
Pengumuman ini disampaikan melalui dokumen resmi yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Rencana penggalangan dana ini sejalan dengan perubahan kebijakan investasi Bakkt pada Juni 2025, yang kini mengizinkan investasi langsung pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.
Bakkt Incar Dana Miliaran Dolar untuk Investasi Bitcoin
Bakkt berencana menerbitkan berbagai instrumen keuangan untuk mencapai target penggalangan dana tersebut.
Instrumen yang akan diterbitkan meliputi saham biasa (Class A), saham preferen, surat utang, dan waran (hak beli saham di masa depan), atau kombinasi dari semuanya.
Perusahaan akan menggunakan skema pendaftaran “rak” (shelf registration). Skema ini memungkinkan Bakkt untuk mengumpulkan dana bertahap tanpa perlu mendaftarkan dokumen baru setiap kali penerbitan.
Potensi Bakkt Masuk 10 Besar Pemilik Bitcoin Terbesar
Dengan harga Bitcoin sekitar US$ 106.800 per koin, dana US$ 1 miliar berpotensi digunakan untuk membeli sekitar 9.364 BTC.
Jika Bakkt merealisasikan pembelian tersebut, perusahaan ini akan menjadi salah satu dari 10 perusahaan publik terbesar di dunia yang memiliki Bitcoin.
Jumlah tersebut bahkan akan melampaui kepemilikan Coinbase yang saat ini sekitar 9.267 BTC, menempatkan Bakkt di bawah Tesla dan Hut 8 Mining.
Co-CEO Bakkt, Akshay Naheta, menyatakan inisiatif ini mendukung transformasi Bakkt menjadi perusahaan infrastruktur kripto. Penambahan Bitcoin dan aset digital lain ke dalam kas perusahaan juga menjadi tujuan strategis.
Strategi Baru Bakkt: Fokus pada Infrastruktur Kripto
Bakkt, yang berdiri sejak 2018 dengan dukungan Intercontinental Exchange (ICE), awalnya fokus pada perdagangan Bitcoin berjangka.
Namun, strategi ini kurang berhasil. Bakkt kemudian beralih ke layanan penyimpanan kripto (custody) dan program loyalitas berbasis aset digital.
Pada 2021, Bakkt melantai di bursa saham melalui merger dengan perusahaan akuisisi khusus (SPAC). Sejak saat itu, perusahaan terus mengembangkan bisnisnya di sektor kripto.
Dengan rencana investasi besar-besaran ini, Bakkt bertujuan untuk bersaing dengan perusahaan besar seperti MicroStrategy, Marathon Digital, dan lainnya yang telah lama berinvestasi di Bitcoin.
Jika Bakkt berhasil mengumpulkan dan menginvestasikan seluruh dana, perusahaan ini berpotensi memiliki sekitar 9.364 BTC, menempatkannya di posisi kesembilan di antara perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbanyak.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Lakukan riset dan analisis mendalam sebelum berinvestasi di aset kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Keberhasilan Bakkt dalam merealisasikan rencana penggalangan dana ini dan strategi barunya akan sangat menarik untuk disimak. Langkah ini menunjukkan semakin kuatnya minat institusi besar terhadap Bitcoin dan industri kripto secara keseluruhan. Perkembangan ini berpotensi mempengaruhi pasar Bitcoin dan aset digital di masa depan.











