Platform kripto World Liberty Financial (WLF), yang didirikan bersama oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bersiap untuk menerbitkan audit stablecoin-nya dalam beberapa hari mendatang. Pengumuman ini disampaikan oleh salah satu pendiri WLF, Zak Folkman, dalam sebuah wawancara di konferensi Permissionless yang diselenggarakan Blockworks. Selain itu, rencana peluncuran aplikasi baru juga diungkap, menjanjikan akses yang lebih mudah bagi investor ritel.
Rencana tersebut turut memicu spekulasi mengenai token WLF (WLFI). Folkman memberi isyarat akan segera tersedia untuk diperdagangkan, meski enggan memberikan detail lebih lanjut. Peluncuran WLFI dua bulan sebelum pemilihan presiden AS November lalu telah menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar AS untuk bisnis keluarga Trump, menurut laporan Channel News Asia.
Audit Stablecoin dan Aplikasi Baru WLF
World Liberty Financial akan segera merilis audit stablecoin mereka. Audit ini dijanjikan akan sangat transparan dalam hal keuangan perusahaan. Hasil audit ini akan diunggah ke situs web WLF dalam beberapa hari ke depan.
Bersamaan dengan audit, WLF juga sedang mengembangkan aplikasi baru. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah penggunaan kripto bagi investor individual. Folkman berharap aplikasi ini dapat meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman publik terhadap kripto.
Pendanaan dan Kontroversi WLF
WLF telah mengumpulkan dana melalui penjualan token tata kelola. Token ini memberikan hak suara kepada pemegangnya untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan proyek. Namun, token tersebut saat ini belum dapat diperdagangkan.
Keberadaan WLF telah menuai banyak kritik. Anggota parlemen Demokrat dan pengawas etika pemerintah menyatakan keprihatinan atas potensi konflik kepentingan. Kritik tersebut muncul karena bisnis ini beroperasi bersamaan dengan upaya Trump untuk mengurangi regulasi di industri kripto.
Pada Januari lalu, Trump Organization menyatakan aset dan kepentingan bisnis presiden akan disimpan dalam bentuk perwalian yang dikelola anak-anaknya. Namun, hingga saat ini, Gedung Putih dan Trump Organization belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai pertanyaan terkait WLF.
Investasi Besar dan Spekulasi Politik
Sebelumnya, koin meme $TRUMP yang berkaitan dengan Donald Trump telah menarik investasi besar dari luar negeri. Laporan The New York Times mengungkapkan miliaran dolar telah ditanamkan oleh entitas dari negara-negara seperti China, Arab Saudi, Qatar, dan UEA.
Investasi tersebut dilakukan melalui jaringan kompleks yang melibatkan surga pajak. Salah satu investasi terbesar berasal dari perusahaan yang didukung UEA, mencapai USD 2 miliar. Sementara itu, GD Culture Group dari China menyatakan akan menginvestasikan USD 300 juta ke dalam $TRUMP dan Bitcoin.
Keterkaitan GD Culture Group dengan entitas di Shanghai yang mengakui pengaruh pemerintah China menimbulkan kekhawatiran serius. Hal ini memicu spekulasi mengenai potensi pengaruh asing terhadap Trump melalui investasi kripto. Waktu pengumuman investasi juga mencurigakan, bertepatan dengan keputusan Trump terkait larangan TikTok.
Kekhawatiran tentang Pengaruh Asing
Para Senator dan pengamat etika mengkhawatirkan potensi korupsi dan pengaruh asing dalam investasi ini. Senator Christopher Murphy menyebut aliran dana miliaran dolar dari luar negeri ke koin kripto milik Trump sebagai potensi korupsi yang brutal.
Charles Dent, mantan Ketua Komite Etik DPR, juga mengkritik situasi ini. Ia menilai situasi ini di luar batas dan mengindikasikan upaya pemerintah asing untuk memengaruhi Trump. Investasi yang berasal dari berbagai negara, termasuk Qatar dan Meksiko, semakin memperkuat kekhawatiran ini.
Asal Usul Pembeli dan Celah Hukum
Analisis blockchain oleh Nansen menunjukkan sebagian besar pembeli besar token $TRUMP berasal dari Meksiko, Singapura, dan Australia. Trump bahkan dilaporkan ikut mempromosikan token ini, menawarkan makan malam eksklusif kepada 220 pembeli teratas.
Karena transaksi ini berbasis kripto, tidak ada pelanggaran hukum federal mengenai pendanaan asing untuk kampanye politik. Namun, ini menimbulkan kontroversi karena dianggap sebagai cara untuk menghindari regulasi pendanaan kampanye. Identitas sebagian besar pembeli masih tersembunyi, namun keluarga Trump jelas menjadi pihak yang paling diuntungkan.
Meskipun WLF bersiap untuk lebih transparan dengan adanya audit, bayangan kontroversi dan spekulasi politik masih membayangi platform kripto yang terhubung dengan mantan presiden AS tersebut. Ke depannya, perlu pengawasan ketat untuk memastikan transparansi dan mencegah potensi penyalahgunaan sistem keuangan.











