Platform kripto World Liberty Financial (WLF), yang didirikan salah satunya oleh Zak Folkman, tengah menjadi sorotan. WLF, yang memiliki keterkaitan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjanjikan transparansi lebih besar dengan rencana penerbitan audit stablecoin dalam beberapa hari mendatang. Rencana peluncuran aplikasi baru juga turut diumumkan.
Hal ini disampaikan Folkman dalam wawancara di konferensi Permissionless yang diselenggarakan Blockworks. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan token WLF (WLFI) akan segera diperdagangkan.
Audit Stablecoin dan Aplikasi Baru
WLF, yang diluncurkan dua bulan sebelum pemilihan presiden AS November 2024, telah menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar AS untuk bisnis keluarga Trump. Keberhasilan ini, sekaligus keterkaitannya dengan mantan presiden, membuat perusahaan ini tak luput dari kritik.
Rencana audit stablecoin merupakan langkah WLF untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik. Folkman menegaskan komitmen WLF terhadap transparansi keuangan.
Selain audit, WLF juga akan meluncurkan aplikasi baru. Aplikasi ini diklaim akan menyederhanakan akses investasi kripto bagi investor pemula.
Kontroversi Investasi dan Konflik Kepentingan
Keterlibatan Trump dalam WLF telah memicu kontroversi. Anggota parlemen Demokrat dan pengawas etika pemerintah mengkritik hal tersebut, melihat adanya potensi konflik kepentingan.
Kritik tersebut muncul karena pelonggaran regulasi di industri kripto bertepatan dengan kepemilikan Trump dalam WLF. Trump Organization menyatakan pada Januari 2025 bahwa aset bisnis presiden akan disimpan dalam perwalian yang dikelola anak-anaknya.
Gedung Putih dan Trump Organization belum memberikan komentar resmi terkait hal ini. Namun, kontroversi ini tetap menjadi sorotan.
Aliran Dana Asing ke Token $TRUMP
Sebelumnya, muncul laporan bahwa token kripto bertema Donald Trump, $TRUMP, telah menerima miliaran dolar AS dari investor asing. Entitas dari negara seperti China, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab teridentifikasi sebagai investor besar.
Investasi ini dilakukan melalui jaringan kompleks yang melibatkan surga pajak seperti British Virgin Islands. Salah satu investasi terbesar berasal dari perusahaan yang didukung oleh UEA, mencapai USD 2 miliar.
Kekhawatiran Potensi Korupsi
Investasi besar dari perusahaan Tiongkok, GD Culture Group (USD 300 juta), memicu kekhawatiran serius. GD Culture Group memiliki koneksi dengan entitas di Shanghai yang mengakui ketergantungan pada pemerintah Tiongkok.
Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai potensi pengaruh asing terhadap Trump. Mantan Ketua Komite Etik DPR, Charles Dent, dan Senator AS, Christopher Murphy, turut menyuarakan keprihatinan terkait potensi korupsi.
Spekulasi dan Celah Hukum
Waktu pengumuman investasi yang bertepatan dengan keputusan Trump mengenai TikTok, menimbulkan spekulasi lebih lanjut. Ada dugaan bahwa investasi tersebut merupakan upaya pendekatan atau mempengaruhi Trump.
Meskipun transaksi kripto tidak melanggar hukum pendanaan kampanye, hal ini tetap menimbulkan kontroversi. Sistem ini memungkinkan “penggelapan” aturan pendanaan kampanye secara legal.
Identitas Pembeli dan Kesimpulan
Perusahaan analisis blockchain Nansen mengidentifikasi mayoritas pembeli besar $TRUMP berasal dari Meksiko, Singapura, dan Australia. Trump Organization bahkan dilaporkan mempromosikan token ini, menawarkan makan malam eksklusif kepada 220 pembeli teratas.
Meskipun keluarga Trump diuntungkan, identitas sebagian besar pembeli masih tersembunyi. Transparansi dan akuntabilitas di sektor kripto, terutama yang berkaitan dengan tokoh publik, menjadi pertanyaan penting yang perlu dijawab. Ke depan, pengawasan yang lebih ketat terhadap aliran dana dan regulasi yang lebih komprehensif diperlukan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dan konflik kepentingan.











