Pasar saham Asia-Pasifik mencatatkan kinerja beragam pada Jumat, 20 Juni 2025. Investor bersiap menghadapi rilis data ekonomi Tiongkok dan terus mencermati meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Pergerakan pasar mencerminkan ketidakpastian global yang sedang berlangsung.
Rilis data ekonomi Tiongkok, khususnya suku bunga acuan pinjaman satu tahun dan lima tahun untuk Juni, menjadi fokus utama para investor. Data ini akan memberikan gambaran terkini tentang kesehatan ekonomi Tiongkok dan berpotensi mempengaruhi pasar saham regional.
Pergerakan Pasar Saham Asia-Pasifik
Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka dengan kenaikan tipis 0,24 persen. Topix, indeks yang lebih luas, bergerak datar. Kenaikan inflasi inti Jepang ke level 3,7 persen pada Mei, tertinggi sejak Januari 2023, memberikan sentimen campuran.
Di Korea Selatan, Kospi naik 0,45 persen, sementara Kosdaq, indeks saham berkapitalisasi kecil, meningkat 0,59 persen. Di Australia, S&P/ASX 200 memulai hari dengan kenaikan 0,23 persen.
Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong menunjukkan potensi pembukaan yang lebih lemah dibandingkan penutupan sebelumnya. Kontrak berjangka saham AS juga anjlok pada awal perdagangan Asia, merespon perkembangan situasi di Timur Tengah.
Dampak Ketegangan Israel-Iran
Ketegangan yang meningkat antara Israel dan Iran terus menjadi faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan dukungan militer untuk Israel dan kemungkinan serangan terhadap Teheran. Keputusan akhir diharapkan dalam dua minggu ke depan.
Ketidakpastian geopolitik ini menciptakan kekhawatiran di kalangan investor, yang cenderung menghindari risiko dalam situasi yang tidak menentu. Hal ini berdampak pada pergerakan harga saham di berbagai bursa Asia.
Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham
IHSG diprediksi melemah pada perdagangan Jumat, 20 Juni 2025, dengan potensi uji coba pada level 6.720-6.900. Penurunan 1,96 persen pada perdagangan Kamis sebelumnya menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG akan melanjutkan koreksi untuk menguji rentang 6.720-6.900 dan menutup gap yang ada. Ia memperkirakan support pada 6.914 dan 6.811, serta resistance di 7.142 dan 7.240.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga memprediksi pelemahan terbatas pada IHSG, dengan support dan resistance di 6.810-7.025. Koreksi IHSG sebagian besar disebabkan oleh tensi geopolitik yang berlangsung sejak awal tahun.
Rekomendasi Saham
Beberapa analis memberikan rekomendasi saham untuk hari tersebut. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) direkomendasikan oleh satu analis.
Sementara itu, analis lain merekomendasikan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Rekomendasi ini didasarkan pada analisis fundamental dan teknikal masing-masing saham.
Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh situasi geopolitik di Timur Tengah akan terus mempengaruhi pasar saham dalam beberapa waktu mendatang. Meskipun peluang kenaikan masih terbuka, pasar cenderung bersikap lebih hati-hati hingga ketidakpastian berkurang. Pergerakan IHSG akan mencerminkan dinamika pasar regional dan global secara keseluruhan.











