PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) mengumumkan kinerja keuangan positif pada tahun 2024. Pendapatan perusahaan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan yang sehat di tengah persaingan industri media digital yang ketat.
Kenaikan pendapatan ini diiringi oleh peningkatan laba bersih yang mengesankan. Hal ini menjadi bukti keberhasilan strategi bisnis DIGI dalam menghadapi tantangan pasar.
Kinerja Keuangan DIGI Tahun 2024: Pendapatan dan Laba Meningkat Signifikan
Pada tahun 2024, DIGI membukukan pendapatan sebesar Rp 60,110 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 57,893 miliar.
Laba kotor konsolidasi juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 28,941 miliar. Beban usaha konsolidasi tercatat sebesar Rp 23,917 miliar.
Hasilnya, laba usaha konsolidasi DIGI naik menjadi Rp 5,024 miliar. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
Yang paling menonjol adalah laba bersih yang mencapai Rp 1,215 miliar. Ini merupakan peningkatan sebesar 129 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Strategi Diversifikasi dan Inovasi sebagai Penggerak Kinerja
Direktur Utama DIGI, Suwarjono, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan didorong oleh pengembangan usaha dan inisiatif baru. Diversifikasi bisnis menjadi kunci keberhasilan ini.
Kontribusi terbesar berasal dari berbagai program komunitas, layanan media sosial, pengelolaan event, pengelolaan agen periklanan, dan layanan ekosistem media di berbagai daerah.
DIGI aktif melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari UMKM, mahasiswa, content creator, media lokal, influencer, pelajar, hingga komunitas anak muda peduli ekonomi melalui Youth Economic Society (YES).
Suwarjono juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang efisien dan refocusing unit usaha dalam mencapai laba bersih yang signifikan. Strategi ini terbukti efektif meningkatkan profitabilitas.
Perubahan Direksi dan Visi Ke depan DIGI
RUPST juga menyetujui pengunduran diri Fastabiqul Khair Algatot sebagai Direktur. Posisinya digantikan oleh Popi Puspitasari sebagai Direktur baru.
Suwarjono menegaskan komitmen DIGI untuk tetap berfokus pada tiga pilar utama. Yakni produksi konten berkualitas, pengembangan bisnis berbasis ekosistem media, dan inovasi berkelanjutan.
Kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk content creator independen, menjadi strategi penting DIGI. Platform Nexus Creator Hub yang dikelola dalam inisiatif KOL Management, menjadi contoh nyata kolaborasi tersebut.
Kerjasama dengan International Media Support (IMS) melahirkan Local Media Community. Program-program seperti Startup for Media Startup (SMS), Women Media Startup, Media Innovation Grant, dan Local Media Summit memberikan dukungan kepada media lokal.
DIGI juga berkolaborasi dengan CORE Indonesia dalam Youth Economic Summit. Acara ini menyasar komunitas anak muda yang peduli pada isu ekonomi.
Baik Suwarjono maupun Popi Puspitasari optimistis terhadap kinerja DIGI ke depannya. Inisiatif-inisiatif baru yang dikembangkan diperkirakan akan membuka potensi pendapatan baru.
Suwarjono menambahkan bahwa inovasi dan strategi ‘out of the box’ menjadi kunci keberhasilan di industri media digital yang dinamis dan penuh tantangan.
Secara keseluruhan, laporan keuangan DIGI tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan mengesankan. Strategi diversifikasi, inovasi, dan kolaborasi yang diterapkan perusahaan terbukti efektif meningkatkan pendapatan dan profitabilitas. Dengan kepemimpinan baru dan komitmen pada tiga pilar utama, DIGI menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi tantangan masa depan dan mempertahankan posisinya di industri media digital.











