PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami penurunan pendapatan sebesar 7,18% pada kuartal I 2025. Meskipun demikian, perusahaan mencatatkan peningkatan laba yang signifikan di beberapa sektor. Hal ini menunjukkan adanya strategi bisnis yang efektif dalam menghadapi tantangan pasar. Berikut analisis lebih detail mengenai kinerja keuangan MDKA pada periode tersebut.
Pendapatan MDKA mencapai USD 502,16 juta pada kuartal I 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni USD 541,05 juta. Namun, peningkatan laba kotor dan laba usaha menunjukkan efisiensi operasional yang membaik.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2025
Beban pokok pendapatan MDKA turun menjadi USD 444,47 juta pada kuartal I 2025, dari USD 507,76 juta pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini berkontribusi pada peningkatan laba kotor sebesar 73,30%, mencapai USD 57,68 juta.
Laba usaha juga meningkat signifikan, naik 111,56% menjadi USD 43,42 juta. Perusahaan berhasil beralih dari kerugian USD 9,28 juta pada kuartal I 2024 menjadi laba periode berjalan sebesar USD 2,50 juta pada kuartal I 2025.
Ekuitas MDKA tercatat USD 2,91 miliar pada kuartal I 2025. Liabilitas menurun menjadi USD 2,25 miliar, sementara aset menyusut menjadi USD 5,17 miliar.
Peningkatan harga emas berkontribusi pada pendapatan tambahan sebesar USD 47 juta. Penjualan limonit kepada pihak ketiga juga memberikan tambahan pendapatan USD 24 juta.
Produksi Tambang Nikel dan Dampaknya
Meskipun pendapatan secara keseluruhan menurun, produksi tambang nikel SCM menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Produksi limonit meningkat 54% YoY menjadi 1,8 juta metrik ton basah.
Produksi saprolit juga meningkat drastis, mencapai 1,9 juta metrik ton basah atau naik 190% YoY. Kenaikan ini membantu mengimbangi penurunan kontribusi dari produk hilir nikel dan segmen tembaga.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyatakan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan jangka panjang yang bertanggung jawab. Perusahaan berupaya menjawab peluang dan tantangan yang ada.
Pengembangan Pabrik dan Proyek Strategis
Pabrik peleburan RKEF memproduksi 16.297 ton nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron, mengalami penurunan 22% YoY. Penurunan ini disebabkan oleh peningkatan bertahap di PT Bukit Smelter Indonesia (BSI) dan pemeliharaan terjadwal di PT Zhao Hui Nickel (ZHN).
Pengembangan pabrik pengolahan HPAL oleh anak perusahaan, MBMA, menunjukkan kemajuan signifikan. PT ESG memulai produksi dari Train A pada akhir 2024, dengan Train B direncanakan pada semester kedua 2025.
PT Meiming melanjutkan komisioning komponen utama dan memperoleh Izin Usaha Industri (IUI) pada April 2025. PT SLNC mencatat kemajuan konstruksi sebesar 14,35% dan menargetkan komisioning pada semester kedua 2026.
Proyek Emas Pani telah mencapai 49% penyelesaian. Komisioning ditargetkan akhir 2025, dengan produksi emas pertama di awal 2026.
Secara keseluruhan, meskipun mengalami penurunan pendapatan, MDKA menunjukkan kinerja keuangan yang positif pada kuartal I 2025. Peningkatan laba usaha dan berbagai proyek strategis yang berjalan menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik untuk masa mendatang. Keberhasilan dalam mengelola efisiensi operasional dan memanfaatkan peluang di pasar komoditas menjadi kunci keberhasilan MDKA.











