Amazon vs Walmart: Perang Stablecoin, Bayar Digital Panas!

Playmaker

Amazon vs Walmart: Perang Stablecoin, Bayar Digital Panas!
Sumber: Liputan6.com

Amazon dan Walmart Bersiap Luncurkan Stablecoin: Revolusi Pembayaran Digital di Depan Mata?

Dua perusahaan raksasa ritel Amerika Serikat, Amazon dan Walmart, dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan peluncuran stablecoin masing-masing. Langkah ini berpotensi merevolusi sistem pembayaran digital dan memangkas biaya transaksi yang selama ini menjadi beban besar bagi perusahaan-perusahaan besar seperti mereka. Jika terealisasi, persaingan di sektor pembayaran digital akan semakin ketat.

Potensi penghematan biaya transaksi sangat signifikan. Biaya transaksi kartu kredit saat ini berkisar antara 1-3% per transaksi. Dengan volume transaksi miliaran dolar setiap tahunnya, efisiensi yang ditawarkan stablecoin bisa menghasilkan penghematan yang sangat besar bagi kedua perusahaan tersebut.

Dua Strategi Menuju Stablecoin

Amazon dan Walmart dilaporkan tengah mempertimbangkan dua opsi utama dalam rencana peluncuran stablecoin mereka. Pertama, mereka bisa menciptakan stablecoin dengan merek mereka sendiri. Opsi kedua adalah menggunakan stablecoin yang sudah ada dari pihak ketiga melalui pembentukan konsorsium antar-pengecer.

Amazon masih berada di tahap awal eksplorasi. Mereka tengah mengevaluasi kemungkinan penerapan token digital internal yang dapat digunakan langsung untuk berbelanja di platform Amazon. Walmart, di sisi lain, juga sedang mengejar ide serupa dan secara aktif melobi perubahan regulasi yang mendukung inovasi dalam pembayaran digital.

Shopify: Pelopor di Pasar Stablecoin

Langkah Amazon dan Walmart ini bukannya tanpa preseden. Shopify, perusahaan e-commerce terkemuka, telah lebih dulu mengintegrasikan pembayaran menggunakan USD Coin (USDC) ke dalam jaringan mereka. Integrasi ini memanfaatkan platform Layer-2 milik Coinbase, Base. Fitur pembayaran USDC di Shopify akan diluncurkan secara resmi pada akhir tahun ini melalui Shopify Payments dan Shop Pay. Konsumen juga akan mendapatkan keuntungan tambahan berupa cashback 1%.

Penggunaan stablecoin menawarkan kecepatan pemrosesan transaksi yang jauh lebih tinggi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang membutuhkan waktu 1-3 hari, transaksi stablecoin dapat diproses secara instan. Kecepatan dan efisiensi ini akan memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi ini.

Tantangan Regulasi dan Masa Depan Pembayaran Digital

Walaupun menawarkan banyak keuntungan, rencana penggunaan stablecoin oleh Amazon dan Walmart masih bergantung pada perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Pemerintah AS sedang membahas GENIUS Act, sebuah RUU yang akan menjadi kerangka hukum untuk penggunaan aset digital, termasuk stablecoin. RUU ini dijadwalkan untuk pemungutan suara di Senat pada 17 Juni 2025.

Merchants Payments Coalition, sebuah asosiasi perdagangan ritel, mendukung pengesahan RUU ini. Mereka berpendapat bahwa regulasi yang jelas akan menciptakan alternatif pembayaran yang lebih terjangkau dan menantang dominasi Visa dan Mastercard. Keterlibatan asosiasi ini menunjukkan tingginya minat dan harapan akan terwujudnya ekosistem pembayaran digital yang lebih kompetitif.

Bank-bank Besar Ikut Bergabung

Tidak hanya perusahaan ritel, beberapa bank besar di Amerika Serikat seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo juga dilaporkan sedang berdiskusi untuk membuat stablecoin melalui proyek patungan. Ini menunjukkan bahwa transformasi sistem pembayaran digital sedang terjadi secara besar-besaran dan melibatkan berbagai aktor kunci di sektor keuangan.

Kehadiran stablecoin dari perusahaan-perusahaan raksasa ini akan sangat berdampak bagi masa depan sistem pembayaran. Pertarungan untuk menjadi pemimpin di pasar pembayaran digital semakin sengit dan menjanjikan perubahan yang signifikan dalam cara kita bertransaksi. Kita hanya perlu menunggu dan menyaksikan bagaimana persaingan ini akan bergulir dan membentuk masa depan transaksi keuangan.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...