PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) atau B-Log, perusahaan logistik yang bergerak di bidang pengangkutan dan pergudangan, bersiap melangkah ke bursa saham. Rencana penawaran umum perdana saham (IPO) ini menandai langkah signifikan bagi perusahaan yang dimiliki oleh Djoko Susanto, salah satu konglomerat terkaya di Indonesia. IPO ini diharapkan akan memberikan suntikan dana segar untuk ekspansi bisnis B-Log di masa mendatang.
B-Log akan menawarkan 563.247.900 saham kepada publik, setara dengan 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Nilai nominal setiap saham adalah Rp 100, dengan harga penawaran berkisar antara Rp 240 hingga Rp 270 per saham. Potensi dana yang akan diperoleh dari IPO ini mencapai maksimal Rp 152,07 miliar.
Alokasi Dana IPO dan Rencana Ekspansi
Dana yang diperoleh dari IPO akan dialokasikan untuk dua proyek utama. Sebanyak 67% akan digunakan untuk menambah setoran modal ke PT Simpan Sini Aja (SSA), anak perusahaan B-Log. SSA akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai pembangunan tiga gudang pendingin berlokasi di Tangerang, Pontianak, dan Makassar.
Ketiga gudang tersebut akan memiliki spesifikasi yang sama, meliputi ruang penyimpanan dengan tiga suhu berbeda: suhu ruang, suhu dingin, dan suhu beku. Kapasitas penyimpanan masing-masing gudang berkisar antara 750 hingga 3.000 pallet position.
Sisa dana IPO, sekitar 33%, akan dialokasikan untuk pembelian 75 hingga 100 unit kendaraan jenis light truck. Kendaraan ini akan dilengkapi karoseri tipe cold dan dry, dengan harga per unit berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 750 juta.
Pembelian armada baru ini merupakan bagian dari strategi ekspansi B-Log. Kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional perusahaan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kinerja Keuangan B-Log hingga Akhir 2024
Laporan keuangan B-Log hingga 31 Desember 2024 menunjukkan kinerja yang positif. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meningkat menjadi Rp 111,86 miliar, naik dari Rp 102,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 1,07 triliun pada akhir 2024, dibandingkan dengan Rp 966,71 miliar pada akhir 2023. Meskipun demikian, kas dan setara kas tercatat turun menjadi Rp 29 miliar dari Rp 81,76 miliar di tahun 2023.
Ekuitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp 387,90 miliar pada 2024, dari Rp 375,86 miliar pada 2023. Namun, liabilitas juga mengalami peningkatan, mencapai Rp 328,59 miliar di akhir 2024, dibandingkan dengan Rp 262,72 miliar pada akhir 2023. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 716,50 miliar di akhir 2024.
Pemegang Saham, Jadwal IPO, dan Kebijakan Dividen
Setelah IPO, struktur kepemilikan saham B-Log akan terdiri dari PT Sigmantara Alfindo (50,53%), PT Dua Mitra Inti Selaras (29,17%), PT Wiraguna Sejahtera Abadi (3,3%), dan publik (16,67%). Djoko Susanto, yang juga mengendalikan Alfamart melalui PT Sigmantara Alfindo (50,19% saham AMRT), bertindak sebagai pengendali B-Log.
PT BCA Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO ini. Berikut jadwal IPO yang direncanakan:
- Masa penawaran awal: 23-25 Juni 2025
- Perkiraan tanggal efektif dari OJK: 30 Juni 2025
- Perkiraan masa penawaran umum: 2-4 Juli 2025
- Perkiraan tanggal penjatahan: 4 Juli 2025
- Perkiraan tanggal distribusi saham elektronik: 7 Juli 2025
- Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 8 Juli 2025
Mulai tahun buku 2025, B-Log berencana membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dengan maksimal 50% dari laba bersih tahun berjalan. Namun, Direksi dapat mengubah kebijakan dividen sewaktu-waktu dengan persetujuan RUPS, mempertimbangkan beberapa faktor seperti kemampuan kas, hasil operasi, dan rencana investasi.
IPO B-Log menandai babak baru bagi perusahaan logistik ini, didukung oleh kinerja keuangan yang solid dan rencana ekspansi yang terarah. Dengan dukungan dari salah satu konglomerat ternama Indonesia, B-Log berpotensi untuk menjadi pemain utama di industri logistik Indonesia. Suksesnya IPO ini akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi pasar saham dan penerimaan investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.











