Airdrop Doodles NFT: Harga Anjlok, Apa Penyebabnya?

Playmaker

Airdrop Doodles NFT: Harga Anjlok, Apa Penyebabnya?
Airdrop Doodles NFT: Harga Anjlok, Apa Penyebabnya?

Pasar kripto kembali dihebohkan dengan penurunan drastis nilai token DOOD, mata uang kripto terbaru dari proyek NFT Doodles. Setelah peluncuran dan airdrop yang ditunggu-tunggu pada 9 Mei 2025, nilai pasar DOOD anjlok hingga 40 persen, menurut data DEX Screener. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan seputar stabilitas proyek NFT berbasis token dan dampaknya bagi investor.

Penurunan ini bukan hanya terjadi pada token DOOD. Harga NFT Doodles utama juga mengalami penurunan signifikan, sekitar 60 persen dalam sehari. Kejadian ini menunjukkan volatilitas yang tinggi di pasar NFT dan kripto.

Anjloknya Nilai Token DOOD Setelah Airdrop

Data menunjukkan market cap DOOD merosot dari lebih dari 100 juta dolar AS menjadi sekitar 60 juta dolar AS. Seorang pengamat kripto di platform X bahkan menyebut airdrop ini “cukup mengecewakan”.

Penurunan harga ini cukup mengejutkan, mengingat antusiasme tinggi menjelang airdrop. Banyak yang mempertanyakan strategi proyek dan potensi dampaknya jangka panjang.

Dampak Penurunan Harga Terhadap NFT Doodles

Harga NFT Doodles utama juga ikut terdampak. Harga turun dari 3,5 ETH per NFT menjadi kurang dari 1,5 ETH. Total nilai koleksi NFT Doodles kini sekitar 31 juta dolar AS, menurut CoinGecko.

Penurunan tajam ini memperlihatkan kerentanan investasi di sektor NFT terhadap fluktuasi pasar kripto. Para investor perlu mempertimbangkan risiko tersebut sebelum berinvestasi.

Analisis Penyebab Penurunan dan Perbandingan dengan Proyek Lain

Cointelegraph mencatat, penurunan harga pasca-airdrop sering terjadi. Banyak pemegang NFT langsung menjual token yang didapatkan untuk keuntungan cepat.

Penjualan NFT Doodles melonjak 97% pada 8 Mei sebelum airdrop, mencapai sekitar 2,6 juta dolar AS dalam seminggu terakhir. Ini menunjukkan tingginya spekulasi sebelum peluncuran token.

Proyek NFT lain, seperti Pudgy Penguins (token PENGU), juga mengalami penurunan serupa (sekitar 50%) pada hari peluncuran tokennya di Solana. Hal ini menunjukkan pola umum di pasar kripto yang perlu diwaspadai.

Doodles awalnya menargetkan 10 miliar token DOOD di jaringan Solana, yang nantinya akan terhubung ke jaringan Base (Layer-2 Ethereum). Distribusi token direncanakan 68% untuk komunitas (30% komunitas Doodles, 13% komunitas New Blood, dan 25% dana ekosistem), 17% untuk tim, 5% untuk perusahaan Doodles, dan 10% untuk likuiditas. Token untuk tim dan perusahaan akan dikunci selama satu tahun (cliff) dan dibagikan bertahap selama tiga tahun (vesting).

Lonjakan Penjualan NFT Doodles Sebelum Airdrop

Data CryptoSlam menunjukkan lonjakan penjualan NFT Doodles pada 8 Mei, hampir dua kali lipat dari hari sebelumnya, mencapai lebih dari 1,1 juta dolar AS.

Dengan lonjakan tersebut, Doodles sempat menduduki peringkat ketiga dalam penjualan NFT harian, di bawah DMarket dan Courtyard NFTs. Total penjualan dalam sepekan mencapai 2,6 juta dolar AS, naik 368% dari minggu sebelumnya.

Kenaikan ini diduga kuat merupakan spekulasi pasar menjelang airdrop token DOOD yang diumumkan pada 7 Mei untuk diluncurkan pada 9 Mei.

Peluncuran dan Distribusi Token DOOD

Doodles mengumumkan rencana peluncuran token DOOD pada Februari 2025. Total 10 miliar token DOOD akan dicetak di jaringan Solana dan nantinya terhubung ke blockchain Base.

Pembagian token terbagi atas beberapa bagian: 68% untuk komunitas, 17% untuk tim proyek, 5% untuk perusahaan Doodles, dan 10% untuk likuiditas. Token untuk tim dan perusahaan akan terkunci selama satu tahun dan dilepaskan bertahap selama tiga tahun.

Pemegang NFT Doodles bisa mengikuti airdrop. Bursa seperti Binance dan Bybit menyatakan akan mencantumkan DOOD setelah peluncuran.

Insiden penurunan drastis nilai token DOOD setelah airdrop menjadi pengingat akan volatilitas tinggi di pasar kripto dan NFT. Analisis mendalam terhadap strategi proyek dan pemahaman risiko merupakan kunci utama bagi investor untuk menavigasi pasar yang dinamis ini. Kejadian ini juga menunjukkan perlunya riset yang teliti sebelum berinvestasi dalam proyek-proyek berbasis token, dan menunjukkan betapa pentingnya investor untuk tidak hanya berfokus pada hype semata, tetapi juga pada fundamental proyek.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...