ADMF Buyback Saham: Merger Mandala, Prospek Cerah Investasi?

Playmaker

ADMF Buyback Saham: Merger Mandala, Prospek Cerah Investasi?
Sumber: Liputan6.com

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) sebagai bagian dari proses merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2025 menyetujui rencana merger tersebut, dengan ADMF sebagai entitas penerima dan MFIN sebagai entitas yang melebur. Langkah buyback ini juga sesuai dengan UU Perseroan Terbatas dan Peraturan OJK No. 29 Tahun 2023 yang melindungi hak pemegang saham yang keberatan dengan aksi korporasi yang merugikan mereka.

Rencana buyback ini memberikan opsi bagi pemegang saham MFIN yang tidak setuju dengan merger untuk menjual kembali saham mereka kepada ADMF. Proses ini merupakan mekanisme perlindungan hak pemegang saham sesuai regulasi yang berlaku. Seluruh proses dilakukan dengan transparan dan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Batasan dan Ketentuan Buyback Saham ADMF

Buyback saham ADMF memiliki batasan yang ketat untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Nilai nominal saham yang akan dibeli kembali maksimal 10% dari modal ditempatkan, atau setara dengan Rp10 miliar. Jumlah ini lebih besar dari total nilai nominal saham publik ADMF saat ini yang tercatat sebesar Rp7,93 miliar. Dengan demikian, perusahaan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk menjalankan rencana ini tanpa mengorbankan stabilitas keuangannya.

Harga pembelian saham ditetapkan sebesar Rp 9.082 per saham. Harga ini didasarkan pada rata-rata harga penutupan 90 hari terakhir sebelum persetujuan Dewan Komisaris pada 28 April 2025. Transparansi penetapan harga ini bertujuan untuk memastikan keadilan bagi seluruh pemegang saham yang berpartisipasi dalam program buyback. Proses ini diawasi ketat oleh pihak-pihak terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Prosedur dan Jadwal Buyback Saham

Periode pengajuan permohonan buyback saham dibuka mulai 3 Juli hingga 15 Juli 2025 pukul 16.00 WIB. Para pemegang saham yang berhak untuk mengajukan buyback harus memenuhi beberapa kriteria. Mereka harus tercatat sebagai pemegang saham pada 4 Juni 2025. Selain itu, mereka juga harus memberikan suara tidak setuju terhadap agenda penggabungan dalam RUPSLB dan mengisi serta menyerahkan Formulir Pernyataan Menjual Saham kepada Biro Administrasi Efek.

Pembayaran kepada pemegang saham yang sahamnya dibeli kembali akan dilakukan paling lambat pada 26 September 2025. Proses ini memastikan kepastian waktu bagi para pemegang saham yang memilih untuk berpartisipasi dalam buyback. Sementara itu, penggabungan ADMF dan MFIN secara hukum akan efektif mulai 1 Oktober 2025. Proses merger ini menandai babak baru bagi kedua perusahaan dalam upaya untuk memperkuat posisi di industri pembiayaan.

Dampak Merger dan Buyback terhadap Pasar

Merger antara ADMF dan MFIN serta program buyback saham yang dijalankan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar kedua perusahaan. Dengan penggabungan sumber daya dan sinergi bisnis, perusahaan yang baru diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para pemegang saham. Proses buyback juga merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghargai hak para pemegang sahamnya.

Namun, dampak jangka panjang merger dan buyback terhadap pasar masih perlu diamati. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap kinerja saham ADMF dan industri pembiayaan secara keseluruhan. Perlu dipertimbangkan pula faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro dan dinamika persaingan di industri. Pemantauan yang ketat akan membantu dalam memahami implikasi dari aksi korporasi ini terhadap pasar modal dan investor.

Program buyback saham ADMF ini merupakan bagian integral dari proses merger dengan MFIN, sekaligus menjadi mekanisme untuk melindungi hak pemegang saham yang tidak setuju dengan rencana penggabungan tersebut. Dengan ketentuan yang jelas dan transparan, perusahaan berupaya memastikan proses ini berjalan adil dan sesuai regulasi. Ke depannya, perkembangan pasca-merger dan dampaknya terhadap pasar akan menjadi poin penting yang perlu terus dipantau.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...