PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi menunjuk Achmad Ardianto sebagai Direktur Utama (Dirut) yang baru. Penggantian ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 12 Juni 2025. Achmad Ardianto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Antam sejak Juni 2023. Kariernya yang panjang dan gemilang di dunia pertambangan dan manajemen sumber daya manusia menjadikannya figur yang tepat untuk memimpin Antam ke depan.
Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang pertambangan dan bisnis. Achmad Ardianto meraih gelar Sarjana Teknik Pertambangan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1995. Ia juga memiliki gelar Master of Business Administration (MBA) dari TSM Business School Twente University, Belanda (2005) dan Advance Human Resources Program (AHREP) dari Ross Business School–Michigan University (2012).
Achmad Ardianto: Jejak Karier yang Mentereng
Pengalaman profesional Achmad Ardianto sangat mumpuni. Sebelum ditunjuk sebagai Dirut Antam, ia telah menduduki berbagai posisi penting di perusahaan ternama.
Ia pernah menjabat sebagai Direktur SDM ANTAM (2008-2013).
Kemudian, Ia juga pernah menjabat sebagai Head of Corporate HR PT Nestle Indonesia (2013-2016).
Selanjutnya, Achmad Ardianto juga pernah menjabat sebagai Director of Human Resources and Security PT Freeport Indonesia (2016-2020).
Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Garam (Persero) (2020-2021).
Dan terakhir sebelum menjabat Dirut Antam, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk (2021-2023).
RUPST Antam 2025: Perubahan Direksi dan Dividen Jumbo
RUPST Antam tahun 2025 tidak hanya menandai pergantian Dirut. Beberapa posisi direksi lain juga mengalami perubahan.
Handi Sutanto ditunjuk sebagai Direktur Komersial.
Ratih Amri ditunjuk sebagai Direktur SDM.
Sementara itu, beberapa direksi lainnya tetap dipertahankan, seperti Hartono (Direktur Operasi dan Produksi), I Dewa Wirantaya (Direktur Pengembangan Usaha), dan Arianto Sabtonugroho Rudjito (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko).
RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 3,6 triliun atau Rp 151,77 per saham.
Besaran dividen ini setara dengan 100 persen laba Antam tahun buku 2024.
Antam dan Komitmen terhadap Pemerintah: Kasus PT Gag Nikel
Antam menegaskan komitmennya untuk mematuhi arahan pemerintah terkait operasional PT Gag Nikel.
Sebagai BUMN, Antam selalu menjalankan aktivitas pertambangan sesuai regulasi yang berlaku.
Saat ini, PT Gag Nikel tengah menunggu evaluasi pemerintah.
Antam siap melakukan perbaikan jika diperlukan.
Pemerintah sebelumnya menyatakan tidak ada pelanggaran fatal, hanya hal-hal minor yang perlu diperbaiki.
Meskipun kontribusi PT Gag Nikel terhadap pendapatan Antam kecil, Antam tetap memprioritaskan good mining practices.
Antam berharap kehadirannya di Raja Ampat berdampak positif bagi masyarakat sekitar.
Mayoritas pendapatan Antam masih berasal dari emas (sekitar 70 persen).
Kontribusi bijih nikel, termasuk PT Gag Nikel, di bawah 10 persen.
Antam berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, bukan hanya mengejar keuntungan.
Penunjukan Achmad Ardianto sebagai Dirut Antam menandai babak baru bagi perusahaan tambang ini. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni, diharapkan Antam dapat semakin berkembang dan berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, sekaligus tetap patuh dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjalankan operasionalnya. Pembagian dividen yang besar juga mencerminkan kinerja keuangan Antam yang sangat baik di tahun 2024.











