55 Emiten Terancam Delisting BEI Juni 2025: Daftar Lengkap

Playmaker

55 Emiten Terancam Delisting BEI Juni 2025: Daftar Lengkap
Sumber: Liputan6.com

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan peringatan terkait potensi delisting bagi 55 perusahaan tercatat. Saham-saham perusahaan tersebut telah disuspensi selama enam bulan atau lebih. Peringatan ini sejalan dengan Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting). BEI memiliki kewenangan untuk menghapus pencatatan saham emiten yang mengalami permasalahan signifikan yang mengganggu kelangsungan bisnis, tidak memenuhi persyaratan pencatatan, atau mengalami suspensi selama 24 bulan atau lebih.

Sebagai bagian dari pengawasan rutin, BEI wajib mengumumkan potensi delisting setiap bulan Juni dan Desember untuk emiten yang sahamnya telah disuspensi selama enam bulan berturut-turut. Per 30 Juni 2025, sebanyak 55 emiten masuk dalam daftar pengawasan BEI karena suspensi yang berkelanjutan. Beberapa di antaranya bahkan sudah mendekati batas waktu dua tahun suspensi, yang berujung pada delisting permanen. Berikut daftar lengkapnya:

55 Emiten Berpotensi Delisting: Daftar Lengkap per 30 Juni 2025

Daftar perusahaan yang berpotensi di-delisting ini mencakup berbagai sektor industri. Lama masa suspensi bervariasi, mulai dari beberapa bulan hingga lebih dari enam tahun. Informasi ini penting bagi investor untuk memantau portofolio investasi mereka dan mengambil langkah yang diperlukan. BEI telah memberikan peringatan berkala, memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional mereka.

  • PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI): Disuspensi sejak Oktober 2024 (8 bulan).
  • PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY): Disuspensi sejak Desember 2019 (67 bulan).
  • PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS): Disuspensi sejak Februari 2024 (16 bulan).
  • PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL): Disuspensi sejak Mei 2019 (74 bulan).
  • PT Cahaya Bintang Medan Tbk (CBMF): Disuspensi sejak Februari 2023 (28 bulan).
  • PT Cowell Development Tbk (COWL): Disuspensi sejak Juli 2020 (60 bulan).
  • PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI): Disuspensi sejak Juli 2023 (24 bulan).
  • PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL): Disuspensi sejak Februari 2024 (16 bulan).
  • PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK): Disuspensi sejak Agustus 2021 (46 bulan).
  • PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY): Disuspensi sejak Desember 2020 (55 bulan).
  • PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA): Disuspensi sejak Februari 2024 (17 bulan).
  • PT Aksara Global Development Tbk (GAMA): Disuspensi sejak Juli 2023 (24 bulan).
  • PT Golden Plantation Tbk (GOLL): Disuspensi sejak Januari 2019 (78 bulan).
  • PT HK Metals Utama Tbk (HKMU): Disuspensi sejak Juli 2023 (24 bulan).
  • PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME): Disuspensi sejak Februari 2020 (65 bulan).
  • PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL): Disuspensi sejak Agustus 2022 (35 bulan).
  • PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP): Disuspensi sejak Januari 2020 (66 bulan).
  • PT Indofarma Tbk (INAF): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE): Disuspensi sejak September 2024 (9 bulan).
  • PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY): Disuspensi sejak Agustus 2022 (35 bulan).
  • PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU): Disuspensi sejak April 2024 (14 bulan).
  • PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI): Disuspensi sejak April 2019 (75 bulan).
  • PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP): Disuspensi sejak Mei 2019 (75 bulan).
  • PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS): Disuspensi sejak Agustus 2022 (35 bulan).
  • PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA): Disuspensi sejak Februari 2020 (65 bulan).
  • PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP): Disuspensi sejak Juli 2022 (35 bulan).
  • PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA): Disuspensi sejak Agustus 2020 (58 bulan).
  • PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA): Disuspensi sejak Agustus 2020 (58 bulan).
  • PT Polaris Investama Tbk (PLAS): Disuspensi sejak Desember 2018 (79 bulan).
  • PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL): Disuspensi sejak Juni 2020 (61 bulan).
  • PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA): Disuspensi sejak November 2020 (55 bulan).
  • PT PP Properti Tbk (PPRO): Disuspensi sejak Oktober 2024 (8 bulan).
  • PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE): Disuspensi sejak Agustus 2022 (35 bulan).
  • PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO): Disuspensi sejak Februari 2020 (65 bulan).
  • PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Siwani Makmur Tbk (SIMA): Disuspensi sejak Februari 2020 (65 bulan).
  • PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB): Disuspensi sejak Februari 2020 (65 bulan).
  • PT SMR Utama Tbk (SMRU): Disuspensi sejak Januari 2020 (66 bulan).
  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL): Disuspensi sejak Mei 2021 (50 bulan).
  • PT Sugih Energy Tbk (SUGI): Disuspensi sejak Juli 2019 (73 bulan).
  • PT Tianrong Chemicals Industry Tbk (TDPM): Disuspensi sejak April 2021 (50 bulan).
  • PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH): Disuspensi sejak Agustus 2023 (23 bulan).
  • PT Omni Inovasi Indonesia Tbk (TELE): Disuspensi sejak Desember 2024 (6 bulan).
  • PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS): Disuspensi sejak Juli 2024 (12 bulan).
  • PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM): Disuspensi sejak Januari 2020 (66 bulan).
  • PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL): Disuspensi sejak Mei 2019 (75 bulan).
  • PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO): Disuspensi sejak Juli 2019 (72 bulan).
  • PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT): Disuspensi sejak Maret 2021 (52 bulan).
  • PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP): Disuspensi sejak Mei 2024 (13 bulan).
  • PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT): Disuspensi sejak Mei 2023 (26 bulan).

Implikasi Delisting bagi Investor

Delisting akan berdampak pada likuiditas saham perusahaan tersebut. Investor yang memiliki saham perusahaan yang di-delisting akan kesulitan untuk menjual saham mereka. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau perkembangan dan pengumuman resmi dari BEI. Mereka juga perlu mempertimbangkan strategi investasi selanjutnya, mengingat potensi kerugian yang mungkin terjadi.

Langkah Antisipasi bagi Investor

Investor disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio agar risiko kerugian dapat diminimalisir. Mencari informasi terbaru dan akurat tentang perusahaan yang sahamnya disuspensi juga sangat penting. Konsultasi dengan profesional keuangan dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang tepat.

Peran BEI dalam Perlindungan Investor

BEI memiliki peran penting dalam melindungi kepentingan investor. Proses peringatan dan pengumuman potensi delisting dilakukan secara transparan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada emiten untuk memperbaiki kinerja dan memberikan waktu bagi investor untuk mengambil keputusan investasi yang tepat. BEI terus berupaya untuk menjaga integritas dan kepercayaan pasar modal Indonesia. Peringatan delisting ini merupakan bagian dari upaya tersebut.

Dengan adanya daftar lengkap ini dan pemahaman akan implikasi delisting, diharapkan investor dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi investasinya. BEI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan pasar modal yang sehat dan transparan. Pemantauan berkelanjutan terhadap kinerja emiten akan terus dilakukan guna melindungi kepentingan investor.

Popular Post

Cara Analisis Fundamental Coin sebelum Trading

Crypto

7 Cara Analisis Fundamental Coin Sebelum Trading untuk Raih Profit Maksimal

Ingin berinvestasi di cryptocurrency dengan lebih bijak dan meminimalisir risiko? Analisis fundamental adalah kunci! Artikel ini akan memandu Anda melalui ...

Mengenal Jam Trading Forex yang Paling Menguntungkan

Forex

5 Rahasia Jam Trading Forex Paling Menguntungkan untuk Raih Profit Maksimal

Bermimpi meraih profit besar di pasar Forex? Ketahui kapan waktu terbaik untuk bertransaksi bisa menjadi kunci keberhasilan Anda. Bukan hanya ...

Mengenal Trading Saham: Panduan Dasar untuk Pemula

Saham

5 Cara Sukses Trading Saham untuk Pemula Raih Keuntungan Maksimal

Ingin meraih keuntungan finansial dan belajar mengelola investasi Anda sendiri? Trading saham bisa menjadi pilihan yang menarik, tetapi juga penuh ...

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Crypto

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance

Panduan Dasar Trading Crypto dengan Futures di Binance: Raih Potensi Keuntungan, Kelola Risiko dengan Bijak! Meta Deskripsi: Mulai trading crypto ...

Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Crypto

Inilah 5 Fakta Menarik Tentang Perbedaan Trading Emas Spot vs Futures

Berinvestasi di emas menarik minat banyak orang, tetapi metode trading-nya beragam. Dua metode paling populer adalah trading emas spot dan ...

Tips Memilih Exchange Terbaik untuk Trading Crypto

Crypto

5 Rekomendasi Exchange Crypto Terbaik untuk Trader Pemula dan Profesional

Dunia kripto menawarkan peluang keuntungan yang menggiurkan, tetapi memilih exchange yang tepat adalah kunci keberhasilan. Salah pilih, dan Anda bisa ...