Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menyambut gelombang baru emiten. Sejumlah perusahaan akan segera melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada akhir Juni 2025. Hal ini menandakan peningkatan aktivitas di pasar modal dan optimisme pelaku bisnis terhadap prospek ekonomi ke depan.
Empat perusahaan yang akan melakukan IPO tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari jasa pelayaran hingga sektor edukasi. Kehadiran mereka di BEI diharapkan dapat memberikan diversifikasi pilihan investasi bagi investor.
Rincian Keempat Perusahaan yang Melakukan IPO
Berikut ini rincian empat perusahaan yang akan melakukan IPO di BEI pada akhir Juni 2025, berdasarkan informasi dari laman e-ipo dan keterangan resmi perusahaan:
1. PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT)
PT Pancaran Samudera Transport Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayaran dan pengangkutan barang, akan melepas maksimal 222.353.000 lembar saham.
Jumlah tersebut setara dengan maksimal 15% dari jumlah seluruh modal ditempatkan. Harga penawaran saham perdana berada di kisaran Rp 850 hingga Rp 900 per saham.
Dengan demikian, potensi dana segar yang akan diperoleh perusahaan mencapai maksimal Rp 200 miliar. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Program Alokasi Saham Karyawan (ESA) juga akan dilakukan, dengan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 555.000 saham atau 0,249% dari jumlah saham IPO.
Pemakaian Dana IPO PT Pancaran Samudera Transport Tbk
Sebesar Rp 175 miliar akan dialokasikan untuk penyetoran modal ke anak perusahaan, PT Pancaran Karya Shipping (PKS), untuk pembelian dua unit kapal bulk carrier.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, terutama untuk pengadaan bahan bakar kapal.
Setelah IPO, komposisi kepemilikan saham akan meliputi PT Profitama Hasil Indah (60,35%), PT Surya Mitra Pancaran (24,65%), dan masyarakat (15%).
2. PT Diastika Biotekindo Tbk
PT Diastika Biotekindo Tbk, distributor alat kesehatan, menawarkan maksimal 815 juta saham ke publik atau 20,04% dari total modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Saham ditawarkan dengan harga IPO di kisaran Rp 120 hingga Rp 140 per saham, sehingga potensi dana yang diperoleh berkisar antara Rp 97,80 miliar hingga Rp 114,10 miliar.
Dana IPO akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional perusahaan, termasuk proyek pengadaan program SIHREN, SOPHI, dan InPLUS dari Kementerian Kesehatan.
PT Lotus Andalan Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah IPO, pemegang saham akan meliputi PT Optel Investama Mulia (61,20%), Dra TH M Nelly Susanti (16%), Healthy Alliance Limited (2,3%), dan masyarakat (20,04%).
3. PT Merry Riana Edukasi Tbk
PT Merry Riana Edukasi Tbk, perusahaan holding di bidang pendidikan, akan menawarkan maksimal 266,66 juta saham (25% dari total modal setelah IPO) dengan nilai nominal Rp 12,5 per saham.
Harga penawaran perdana berkisar antara Rp 110 hingga Rp 150 per saham, sehingga potensi dana yang akan diperoleh maksimal Rp 39,99 miliar.
Program ESA juga akan dilakukan, dengan mengalokasikan maksimal 5% dari jumlah saham IPO. Dana IPO akan digunakan untuk biaya operasional dan pengembangan bisnis.
PT Lotus Andalan Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah IPO dan ESA, pemegang saham akan terdiri dari PT Merry Riana Indonesia (56,25%), PT Tancorp Investama Mulia (18,75%), masyarakat (23,75%), dan karyawan (1,25%).
4. PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk
PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk, perusahaan di bidang perdagangan besar telekomunikasi dan konsultasi manajemen, menawarkan maksimal 1,16 miliar saham (maksimal 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Harga penawaran IPO di kisaran Rp 160 hingga Rp 180 per saham, sehingga potensi dana yang diperoleh maksimal Rp 208,80 miliar.
Dana IPO akan dialokasikan untuk pembelian tanah dan bangunan, pinjaman kepada anak perusahaan, dan modal kerja. PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah IPO, komposisi pemegang saham akan terdiri atas Rudy Susanto Wijaya Kaswan (56%), Agus Susanto (24%), dan masyarakat (20%).
Keempat perusahaan ini memiliki rencana penggunaan dana IPO yang beragam, mulai dari ekspansi bisnis hingga peningkatan modal kerja. Kehadiran emiten-emiten baru ini menunjukkan dinamika yang positif di pasar modal Indonesia dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi.











