Pemerintah Indonesia berencana memperkuat ketahanan gizi di pesantren seluruh Indonesia. Langkah ini akan dilakukan dengan menargetkan pembangunan 1.000 Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur program makan bergizi gratis (MBG), di lingkungan pesantren. Program ini diharapkan dapat meningkatkan asupan nutrisi bagi para santri. Upaya untuk mencapai target tersebut melibatkan kolaborasi antar lembaga pemerintah. Kerja sama ini melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN), Pusat Investasi Pemerintah (PIP), dan Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat. Ketiga lembaga tersebut telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas Program Makan Bergizi Gratis melalui program pembiayaan UMKM.
Kerja Sama Tiga Lembaga untuk Memperluas Program MBG
Direktur Utama PIP, Ismed Saputra, menyatakan dukungannya terhadap program MBG melalui kolaborasi antar lembaga pemerintah. PIP, menurut Ismed, siap mendukung program ini melalui tugas dan fungsinya dalam ekosistem pembiayaan UMKM. Dukungan ini akan mempermudah akses pendanaan bagi SPPG yang akan dibangun. Deputi bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini. Saat ini, sudah terdapat sekitar 1.800 SPPG di Indonesia, dan sebagian besar masih bergantung pada pembiayaan mandiri. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala pembiayaan tersebut.
Meningkatkan Peran UMKM dan Perekonomian Lokal
Tigor menambahkan, program ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan SPPG. Lebih lanjut, pembangunan SPPG diharapkan dapat menggerakkan UMKM pemasok kebutuhan SPPG di lingkungan pesantren. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar pesantren. Ketua Komite Percepatan Pemberdayaan Masyarakat, Baddrut Tamam, juga memberikan apresiasinya atas kerja sama tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan program ini. Dukungan dari berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan program MBG.
Target 1000 SPPG di Pesantren Seluruh Indonesia
Program MBG di pesantren bertujuan untuk memastikan para santri mendapatkan makanan bergizi seimbang. Dengan adanya 1000 SPPG tambahan, diharapkan lebih banyak santri yang dapat merasakan manfaat program ini. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif secara luas. Tidak hanya meningkatkan kesehatan para santri, tetapi juga memberdayakan UMKM lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pesantren. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis program ini akan berjalan dengan lancar berkat kolaborasi yang kuat antar lembaga dan dukungan dari berbagai pihak. Keberhasilan program ini akan menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antar lembaga dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Dengan tercukupinya kebutuhan gizi para santri, diharapkan mereka dapat fokus pada pendidikan dan pengembangan diri untuk masa depan yang lebih baik.











